PDAM tengah Pertimbangkan Berlakukan Penyesuaian Tarif Jasa Layanan

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sukapura Tasikmalaya, tengah mempertimbangkan melakukan penyesuaian tarif baru bagi pelanggannya. Pertimbangan dengan menghitung matang hingga tak ada pihak dirugikan. Pilihan itupun demi kelangsungan pelayanan perusahaan yang diharapkan makin optimal.
Demikian disampaikan Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Sukapura, Wawan Dermawan. Ia menegaskan, konsepsi pengenaan tarif baru dalam perhitungan perusahaan daerah yang mesti sehat, makin dapat memperbaiki kinerja layanan.
Masih kita pertimbangkan itu soal penyesuaian tarif. Termasuk dengan saran atau masukan dari BPKP. Masih belum sampai pada kalkulasi berapa nanti kenaikannya. Namun rencananya kita berlakukan selepas Lebaran 1438 H mendatang, “ujar Wawan dalam satu obrolan dengan Tasikplus, Selasa Lalu.
Ia mengaku akan mengupayakan kenaikannya tak sampai dirasa memberatkan. Jelasnya lagi, penyesuaian tarif terdorong oleh beberapa aspek. Di antaranya imbas kenaikan tarif dasar listrik yang mempengaruhi ongkos kegiatan produksi, naiknya harga-harga material dalam layanan PDAM, seperti pipa dan yang lainnya.
Jadi pertimbangan pula, harga jual jasa layanan yang sudah beberapa tahun tak menyesuaikan. Malah, sudah bertarif agak jauh di bawah jasa layanan serupa dibanding daerah tetangga. “Kebijakan melakukan penyesuaian tarif untuk membuat lancarnya kinerja perusahaan. Menghindari kerugian yang bisa mendera. Di sisi lain PDAM diposisikan sebagai badan usaha daerah yang harus sehat dan mesti mengontribusi pendapatan ke kas daerah”, bebernya.
Saat ini PDAM Tirta Sukapura berjumlah pelanggan sekitar 46 ribu orang. Strassing direksinya kini mengawal efektifitas distributor air, menekan angka kebocoran saluran. Jadi tanda tangan hingga sekarang, aku Wawan, penekanan pada perusahaan yang diperankan sebagai lembaga layanan sosial. Pelayanan tarif sosial dalam banyak titik tidak efektif.
Ada tiga kelompok pemberlakuan tarif layanan jasa PDAM terdiri, kelompok pelanggan berklasifikasi niaga. Untuk kelas ini berlaku tarif Rp 2.700 per meter kubik (m3). Tarif rumah tangga sebesar Rp 1.300/m3, dan kelompok sosial dengan meliputi kelompok sosial khusus, seperti untuk sarana keagamaan, mesjid. Kemudian, tarif sosial umum halnya lembaga pesantren, madrasah. gus.(BERITA SURAT KABAR UMUM “TASIK PLUS” Edisi : 15-21 Mei 2017,  Halaman 7)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 5 =