Sejarah

Sejak tahun 1925 wilayah Kota Tasikmalaya telah mendapatkan pelayanan air bersih, dari sumber mata air Cibunigeulis  dengan debit air + 20 liter/detik ditampung di Reservoir Gunung Singa yang berkapasitas + 400 M3 dengan jumlah konsumen awal 80 sambungan langganan. Kemudian tanggal 11 juli 1975 didirikan PDAM Kabupaten Tasikmalaya yang ditetapkan melalui Perda Tingkat II Tasikmalaya nomor 7 tahun 1975. tahun 1976-1978 diadakan penelitian ke sumber mata air Cipondok Kecamatan Leuwisari yang debit potensial airnya +500l/dtk dengan dana bantuan dari pemerintah pusat melalui program bantuan 6 kota di Indonesia (Six Cities Water Supply Project).
Pembangunannya dilaksanakan pada tahun 1978-1982.
Pada tanggal 5 april 1982 terjadi musibah meletusnya Gunung Galunggung yang mengakibatkan 2 buah jembatan pipa terbawa banjir lahar, sehingga 3.000 meter pipa transmisi tidak berfungsi. Pada tahun 1984 jalur pipa transmisi Cipondok Kampung Peuteuy Jaya + 2.341 meter yang rusak akibat bencana tersebut direhab kembali dan aliran air kembali normal.
Berdasarkan peraturan daerah Kab. Tasikamalaya nomor 24 tahun 2002 tanggal 28 Nopember 2002, tentang perubahan kedua kali perda kab. DT II Tasikmalaya nomor 7 tahun 1975 tentang pendirian PDAM Kab. Tasikmalaya pasal 4, nama PDAM Kab. Tasikmalaya menjadi PDAM Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya.
Saat ini PDAM Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya telah mampu melayani 28 Kecamatan dari 49 Kecamatan yang ada di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya dengan total jumlah Sambungan Langganan sebanyak 39.718  (Desember 2016).