Daftar HP yang Tak Bisa Pakai WhatsApp Mulai September 2026

Author Image

Mais Nurdin

5 September 2026, 11:37 WIB

Aplikasi pesan instan populer, WhatsApp, secara resmi mengumumkan rencana untuk menghentikan dukungannya pada sejumlah perangkat Android lama mulai 8 September 2026. Kebijakan ini akan berdampak langsung pada pengguna ponsel pintar lawas dari berbagai merek ternama seperti Samsung, LG, Sony, Motorola, hingga HTC. Langkah ini diambil sebagai bagian dari pembaruan rutin untuk menjaga keamanan dan kinerja aplikasi agar tetap optimal.

Mengapa WhatsApp Menghentikan Dukungan pada HP Lama?

Seiring berjalannya waktu, teknologi sistem operasi seluler terus berkembang dengan sangat pesat. WhatsApp secara berkala memperbarui sistem keamanannya dan menambahkan berbagai fitur baru yang membutuhkan spesifikasi perangkat keras serta perangkat lunak yang lebih tinggi. Ponsel pintar yang menggunakan sistem operasi Android versi lama sering kali tidak lagi menerima pembaruan keamanan dari Google, sehingga sangat rentan terhadap ancaman siber dan peretasan data.

Selain masalah keamanan, arsitektur aplikasi WhatsApp yang semakin kompleks memerlukan kemampuan pemrosesan yang lebih kuat. Fitur-fitur modern seperti enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption) yang lebih canggih, panggilan video grup berkualitas tinggi, serta integrasi kecerdasan buatan (AI) memerlukan sistem operasi yang lebih baru agar dapat berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, menghentikan dukungan untuk perangkat lama menjadi keputusan logis bagi pengembang untuk memastikan pengalaman pengguna yang optimal bagi mayoritas pengguna lainnya di seluruh dunia.

Daftar Merek HP yang Berisiko Terdampak

Beberapa produsen ponsel pintar besar memiliki lini produk lama yang diperkirakan tidak akan bisa lagi mengakses WhatsApp setelah tenggat waktu tersebut. Pengguna yang masih setia menggunakan perangkat keluaran beberapa tahun lalu harus mulai waspada. Berikut adalah beberapa merek yang memiliki model terdampak:

  • Samsung: Seri Galaxy lama yang masih menggunakan sistem operasi Android lawas (seperti Android versi sebelum Android 8.0 Oreo atau Nougat) kemungkinan besar tidak akan didukung lagi.
  • LG: Meskipun LG telah keluar dari pasar ponsel pintar, banyak pengguna yang masih menggunakan model lawas mereka seperti seri Optimus atau LG G series lama yang sistem operasinya sudah usang.
  • Sony: Seri Xperia generasi pertama atau model kelas menengah ke bawah yang tidak lagi mendapatkan pembaruan sistem operasi dari pabrikan.
  • Motorola dan HTC: Ponsel pintar legendaris dari kedua merek ini yang dirilis lebih dari sewindu lalu juga masuk dalam daftar risiko tinggi karena keterbatasan spesifikasi hardware.

Secara umum, perangkat yang terancam adalah ponsel yang tidak dapat lagi memperbarui sistem operasinya ke versi Android yang disyaratkan oleh WhatsApp pada tahun 2026 mendatang. Pengguna disarankan untuk memeriksa versi Android yang saat ini terpasang pada perangkat mereka melalui menu pengaturan ponsel masing-masing.

Langkah Antisipasi dan Solusi bagi Pengguna

Bagi Anda yang masih menggunakan salah satu dari perangkat di atas, ada beberapa langkah penting yang harus segera dilakukan sebelum tanggal 8 September 2026. Langkah pertama adalah memeriksa apakah ada pembaruan sistem operasi yang tersedia untuk ponsel Anda. Jika pabrikan masih menyediakan pembaruan ke versi Android yang lebih baru, segera lakukan pembaruan tersebut untuk memperpanjang masa pakai aplikasi WhatsApp Anda.

Namun, jika perangkat Anda sudah benar-benar mencapai batas akhir dukungan pembaruan dari pabrikan (end-of-life), satu-satunya solusi jangka panjang adalah mengganti perangkat dengan ponsel pintar yang lebih baru. Sebelum melakukan migrasi ke ponsel baru, pastikan Anda telah melakukan pencadangan (backup) seluruh riwayat obrolan WhatsApp Anda ke Google Drive agar data penting, foto, dan dokumen tidak hilang saat proses transisi perangkat dilakukan.

Keputusan WhatsApp ini memang terasa memberatkan bagi sebagian pengguna yang masih nyaman dengan ponsel lama mereka. Kendati demikian, langkah ini sangat penting demi menjaga ekosistem komunikasi digital yang aman, cepat, dan andal bagi miliaran pengguna di seluruh dunia.

Related Post