Den Baguse Ngarso Meninggal Dunia, Dunia Seni Jogja Berduka

Author Image

Mais Nurdin

21 September 2026, 12:55 WIB

Dunia seni peran dan kebudayaan Indonesia, khususnya di wilayah Yogyakarta, tengah diselimuti awan duka yang mendalam. Seniman kawakan Susilo Nugroho, yang lebih dikenal luas oleh masyarakat dengan nama panggung Den Baguse Ngarso, dikabarkan telah tutup usia pada sore hari ini. Kepergian sosok yang sangat lekat dengan karakter jenaka namun penuh kritik sosial ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, rekan sesama seniman, serta para penggemar setianya.

Kabar mengenai berpulangnya Susilo Nugroho segera tersebar luas di berbagai platform media sosial dan grup percakapan para seniman di Yogyakarta. Beliau mengembuskan napas terakhirnya setelah memberikan dedikasi yang luar biasa selama puluhan tahun bagi perkembangan seni teater dan televisi di Indonesia. Kepergiannya dianggap sebagai hilangnya salah satu pilar penting dalam jagat komedi satir dan drama tradisional yang selama ini menjadi ciri khas tayangan televisi lokal di Yogyakarta.

Sosok Ikonik dalam Serial Mbangun Deso

Nama Den Baguse Ngarso mulai dikenal secara nasional, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui perannya dalam serial legendaris berjudul Mbangun Deso yang ditayangkan oleh TVRI Yogyakarta. Dalam program tersebut, Susilo Nugroho memerankan karakter seorang tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh kuat, namun sering kali terlibat dalam dialog-dialog penuh humor yang mengandung pesan moral mendalam. Karakter Den Baguse Ngarso digambarkan sebagai sosok yang cerdas, terkadang licin, namun selalu mampu membawa suasana menjadi hidup dengan dialek bahasa Jawa yang khas dan tertata.

Serial Mbangun Deso sendiri bukan sekadar tontonan hiburan biasa bagi masyarakat pada masanya. Program ini merupakan sarana edukasi pembangunan yang dikemas dengan pendekatan budaya. Melalui akting Susilo Nugroho, pesan-pesan mengenai gotong royong, kebersihan lingkungan, hingga kebijakan pemerintah disampaikan dengan cara yang ringan dan mudah diterima oleh masyarakat pedesaan maupun perkotaan. Keberhasilan karakter Den Baguse Ngarso dalam mencuri perhatian penonton membuat nama panggung tersebut akhirnya melekat erat pada diri Susilo Nugroho hingga akhir hayatnya.

Kemampuan akting Susilo Nugroho tidak hanya terbatas pada layar kaca. Beliau dikenal memiliki kemampuan improvisasi yang sangat tajam, sebuah keahlian yang diasahnya melalui panggung teater selama bertahun-tahun. Dalam setiap penampilannya, ia selalu berhasil menyisipkan kritik sosial yang relevan dengan kondisi zaman, namun tetap dibungkus dengan etika dan tata krama budaya Jawa yang kental. Hal inilah yang membuatnya dihormati tidak hanya sebagai aktor, tetapi juga sebagai budayawan yang peduli pada isu-isu kemasyarakatan.

Dedikasi di Teater Gandrik dan Dunia Seni

Selain dikenal melalui layar televisi, Susilo Nugroho merupakan salah satu tokoh kunci di balik kesuksesan Teater Gandrik, sebuah kelompok teater kontemporer terkemuka asal Yogyakarta. Bersama tokoh-tokoh besar lainnya seperti Butet Kartaredjasa, Djaduk Ferianto, dan Heru Kesawa Murti, Susilo turut membangun identitas Teater Gandrik yang dikenal dengan gaya pementasan “sampakan”. Gaya ini mengedepankan spontanitas, interaksi dengan penonton, dan penggunaan properti yang sederhana namun penuh makna simbolis.

Di Teater Gandrik, Susilo Nugroho sering kali berperan sebagai penulis naskah sekaligus aktor. Karya-karyanya selalu menonjolkan sisi kemanusiaan dan potret kehidupan rakyat kecil yang berhadapan dengan kekuasaan. Melalui panggung teater, ia menyuarakan kegelisahan masyarakat dengan cara yang elegan. Dedikasinya terhadap dunia seni peran tidak pernah luntur meski usia terus bertambah. Beliau tetap aktif memberikan bimbingan kepada generasi muda seniman di Yogyakarta, berbagi ilmu tentang bagaimana menjaga integritas sebagai seorang penghibur sekaligus pengingat sosial.

Kepergian Den Baguse Ngarso juga memicu gelombang ucapan duka cita dari netizen di berbagai media sosial. Banyak masyarakat yang merasa kehilangan sosok “bapak” dalam dunia seni yang selalu mampu menghibur di kala sulit. Kenangan akan aktingnya yang memukau dan suaranya yang khas saat memerankan tokoh-tokoh Jawa akan selalu diingat sebagai bagian dari sejarah emas penyiaran dan teater di Indonesia. Para kolega mengenangnya sebagai pribadi yang rendah hati, humoris, dan memiliki komitmen tinggi terhadap pelestarian bahasa Jawa melalui karya seni.

Meskipun kini Den Baguse Ngarso telah tiada, warisan karya-karyanya akan tetap abadi dan menjadi referensi penting bagi perkembangan seni peran di tanah air. Semangatnya dalam berkarya dan kecintaannya pada budaya lokal menjadi teladan bagi para seniman muda untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisi. Selamat jalan, Susilo Nugroho. Terima kasih atas segala tawa, pelajaran, dan dedikasi yang telah diberikan untuk mewarnai dunia seni Indonesia. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Related Post