Dentuman Anak Krakatau Tak Merata, Ini Penjelasan PVMBG

Author Image

Mais Nurdin

5 September 2026, 07:15 WIB

Masyarakat di beberapa wilayah di sekitar Selat Sunda hingga Jabodetabek kerap melaporkan adanya suara dentuman misterius yang diduga berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau. Namun, fenomena ini sering kali memicu tanda tanya karena suara tersebut tidak terdengar secara merata di semua tempat, bahkan terkadang daerah yang lebih dekat justru tidak mendengarnya sama sekali. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan penjelasan ilmiah mengenai fenomena unik perambatan suara erupsi gunung api ini yang mampu menjangkau jarak hingga ratusan kilometer.

Mengapa Suara Dentuman Terdengar Tidak Merata?

Menurut penjelasan dari PVMBG, tidak meratanya suara dentuman yang dihasilkan oleh aktivitas Gunung Anak Krakatau sangat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer bumi. Fenomena ini dikenal dalam dunia fisika dan meteorologi sebagai pengaruh refraksi atau pembelokan gelombang suara. Ketika gunung api meletus, energi yang dilepaskan tidak hanya berupa material vulkanik, melainkan juga gelombang akustik yang merambat melalui udara.

Perambatan suara ini sangat bergantung pada faktor-faktor seperti arah dan kecepatan angin, suhu udara, serta kelembapan di berbagai lapisan atmosfer. Pada kondisi tertentu, terjadi apa yang disebut dengan inversi suhu, di mana lapisan udara di atas lebih hangat dibandingkan dengan lapisan udara di bawahnya. Kondisi ini dapat memantulkan atau membelokkan gelombang suara kembali ke permukaan bumi pada jarak yang sangat jauh, melewati daerah-daerah yang berada di dekat sumber suara tanpa terdengar sama sekali. Daerah yang terlewatkan ini sering disebut sebagai zona bayangan akustik (acoustic shadow zone).

Oleh karena itu, sangat memungkinkan bagi warga yang berada di wilayah Jakarta, Depok, atau bagian selatan Jawa Barat untuk mendengar suara dentuman dengan jelas, sementara warga yang berada di pesisir Banten atau Lampung yang posisinya secara geografis lebih dekat justru tidak mendengar apa-apa. Fenomena unik ini membuktikan bahwa atmosfer bumi bertindak sebagai saluran transmisi suara yang dinamis dan tidak terduga.

Karakteristik Erupsi Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Sejak lahir kembali setelah letusan dahsyat pendahulunya pada tahun 1883, gunung ini terus menunjukkan aktivitas vulkanik yang fluktuatif. Karakteristik erupsinya sering kali bersifat eksplosif berskala kecil hingga sedang, yang disertai dengan pelepasan gas bertekanan tinggi ke udara.

Tekanan gas yang keluar secara tiba-tiba dari kawah gunung inilah yang memicu timbulnya gelombang kejut dan suara dentuman. Suara ini dapat berkisar dari frekuensi rendah (infrasound) yang hanya bisa dideteksi oleh alat khusus, hingga suara frekuensi tinggi yang dapat didengar oleh telinga manusia. Ketika aktivitas vulkanik meningkat, intensitas dentuman juga cenderung meningkat, namun sekali lagi, jangkauan dengarnya di daratan sangat dipengaruhi oleh cuaca dan arah angin yang sedang bertiup pada saat kejadian.

Pentingnya Mitigasi dan Informasi Resmi

Menyikapi fenomena suara dentuman ini, PVMBG senantiasa mengimbau masyarakat agar tidak mudah panik dan tidak langsung menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Di era digital, isu mengenai suara dentuman sering kali berkembang menjadi rumor yang meresahkan jika tidak dibarengi dengan penjelasan ilmiah yang memadai. Masyarakat diharapkan untuk selalu memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi pemerintah.

Aplikasi Magma Indonesia serta situs resmi PVMBG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyediakan data waktu nyata (real-time) mengenai status aktivitas gunung api di seluruh Indonesia. Selain itu, masyarakat yang berada di kawasan pesisir Selat Sunda diimbau untuk tetap mematuhi rekomendasi jarak aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang, terutama untuk menghindari aktivitas di dalam radius rawan bencana yang telah ditentukan demi keselamatan bersama.

Related Post