Elyaz Zidane Pindah ke SM Caen: Babak Baru di Prancis

Author Image

Mais Nurdin

17 Oktober 2026, 11:00 WIB

Elyaz Zidane, putra bungsu dari legenda sepak bola dunia Zinedine Zidane, secara resmi memulai babak baru dalam karier profesionalnya dengan meninggalkan Spanyol. Pemain muda yang berposisi sebagai pemain bertahan ini telah memutuskan untuk bergabung dengan klub kasta kedua Prancis, SM Caen, setelah bertahun-tahun menimba ilmu di akademi Real Madrid.

Meninggalkan Real Madrid demi Menit Bermain

Keputusan Elyaz Zidane untuk meninggalkan Real Madrid bukanlah hal yang mengejutkan bagi para pengamat sepak bola junior di Spanyol. Sebagai bagian dari “La Fabrica”, sebutan untuk akademi Real Madrid, Elyaz telah menunjukkan bakat yang menjanjikan sejak bergabung pada usia dini. Namun, persaingan yang sangat ketat di tim utama Los Blancos seringkali membuat para pemain muda berbakat harus mencari jalan lain untuk mendapatkan pengalaman di level profesional yang lebih kompetitif.

Selama berada di Real Madrid, Elyaz dikenal sebagai bek yang memiliki postur tubuh menjulang dan kemampuan teknik yang mumpuni, mewarisi sedikit sentuhan elegan dari ayahnya meskipun bermain di lini belakang. Namun, dengan ambisi besar untuk menembus skuad utama tim nasional Prancis di masa depan, ia menyadari bahwa bermain secara reguler adalah kunci utama. Pindah ke divisi dua Prancis atau Ligue 2 dipandang sebagai langkah strategis untuk mengasah mental dan kemampuan fisiknya di liga yang dikenal sangat menuntut kekuatan fisik.

Kepindahan ini juga menandai berakhirnya era dinasti Zidane di Real Madrid untuk sementara waktu. Setelah sebelumnya kakak-kakaknya seperti Enzo, Luca, dan Theo juga sempat berseragam putih-putih Madrid, kini giliran si bungsu yang mencoba peruntungannya di luar ibu kota Spanyol. Langkah ini diambil dengan pertimbangan matang agar ia bisa keluar dari bayang-bayang nama besar ayahnya dan membangun identitasnya sendiri sebagai pemain bertahan yang tangguh.

Koneksi SM Caen dan Proyek Kylian Mbappe

Bergabungnya Elyaz Zidane ke SM Caen menjadi semakin menarik karena klub tersebut kini berada di bawah kepemilikan bintang sepak bola dunia, Kylian Mbappe. Melalui perusahaannya, Coalition Capital, Mbappe telah mengakuisisi saham mayoritas klub tersebut, menjadikannya salah satu pemilik klub termuda di dunia. Kehadiran Elyaz di Caen dianggap sebagai bagian dari proyek jangka panjang untuk membawa klub tersebut kembali ke kasta tertinggi sepak bola Prancis, Ligue 1.

SM Caen memiliki reputasi yang baik dalam mengembangkan bakat-bakat muda sebelum mereka melompat ke klub-klub besar Eropa. Dengan fasilitas latihan yang memadai dan visi baru di bawah kepemilikan Mbappe, Elyaz diharapkan dapat berkembang pesat. Di klub ini, ia diproyeksikan tidak hanya sebagai pemain cadangan, tetapi sebagai bagian penting dari struktur pertahanan tim yang sedang membangun kembali kejayaannya.

Bagi Elyaz, kembali ke Prancis juga berarti kembali ke akar budayanya. Meskipun lahir dan besar di Spanyol, ia selalu memilih untuk membela tim nasional pemuda Prancis. Bermain di kompetisi domestik Prancis akan memudahkan pemantau bakat dari federasi sepak bola Prancis (FFF) untuk memantau perkembangannya secara langsung. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi karier internasionalnya yang masih sangat panjang.

Beban Nama Besar dan Ekspektasi Publik

Menjadi anak dari seorang Zinedine Zidane membawa berkah sekaligus beban yang tidak ringan. Publik selalu membandingkan kemampuan anak-anak Zidane dengan kejeniusan sang ayah di lapangan hijau. Enzo Zidane, putra tertua, sempat mengalami kesulitan memenuhi ekspektasi tinggi tersebut dan kini lebih banyak menghabiskan kariernya di klub-klub kecil. Luca Zidane berhasil menemukan jalannya sebagai penjaga gawang profesional di Spanyol, sementara Theo Zidane masih berjuang membangun kariernya di level senior.

Elyaz memiliki profil yang berbeda dibandingkan ayah dan kakak-kakaknya. Dengan tinggi badan mencapai lebih dari 190 sentimeter dan kaki kiri yang dominan, ia menawarkan atribut fisik yang jarang dimiliki oleh anggota keluarga Zidane lainnya. Kemampuannya bermain sebagai bek tengah maupun bek kiri memberikan fleksibilitas taktis bagi pelatih SM Caen. Di Ligue 2, ia akan diuji dengan penyerang-penyerang yang memiliki kecepatan dan kekuatan fisik tinggi, sebuah ujian yang sangat bagus untuk perkembangan pemain bertahan seusianya.

Para analis sepak bola berpendapat bahwa menjauh dari sorotan media Spanyol yang sangat intens terhadap keluarga Zidane adalah langkah yang cerdas. Di Prancis, meskipun ia tetap akan dikenal sebagai anak legenda, fokusnya akan lebih banyak tertuju pada kontribusinya di lapangan dalam membantu SM Caen meraih kemenangan demi kemenangan. Ini adalah kesempatan bagi Elyaz untuk membuktikan bahwa ia berada di level profesional karena kualitasnya sendiri, bukan sekadar karena nama belakang yang ia sandang.

Dengan kontrak yang telah ditandatangani dan semangat baru di tanah Prancis, petualangan Elyaz Zidane baru saja dimulai. Masa depan tampak cerah bagi pemain muda ini, dan para penggemar sepak bola tentu akan menantikan apakah ia mampu membawa SM Caen promosi ke Ligue 1 sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu bek masa depan tim nasional Prancis. Langkah berani ini menunjukkan kedewasaan seorang pemain muda yang siap menghadapi tantangan demi meraih impian tertingginya di dunia sepak bola.

Related Post