Timnas Vietnam secara resmi telah mengumumkan daftar 23 pemain yang akan memperkuat tim dalam ajang bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026. Dalam pengumuman skuad final tersebut, terdapat kejutan besar dengan absennya dua nama bintang yang selama ini menjadi pilar penting di lini pertahanan, yakni penjaga gawang Filip Nguyen dan bek sayap Doan Van Hau.
Analisis Absennya Filip Nguyen dan Doan Van Hau
Keputusan pelatih Kim Sang-sik untuk tidak menyertakan Filip Nguyen menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Asia Tenggara. Filip Nguyen, yang merupakan pemain naturalisasi dengan pengalaman panjang di kompetisi kasta tertinggi Republik Ceko, sebelumnya diprediksi akan menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang. Namun, penurunan performa di kompetisi domestik serta kebutuhan taktis pelatih disinyalir menjadi alasan utama di balik pencoretan namanya. Dengan absennya Filip, Vietnam kemungkinan besar akan kembali mengandalkan Dang Van Lam yang memiliki jam terbang tinggi di turnamen regional ini.
Di sisi lain, absennya Doan Van Hau sebenarnya sudah diprediksi oleh banyak pihak, meskipun tetap menjadi kehilangan besar bagi skuad The Golden Star Warriors. Pemain yang dikenal dengan gaya bermain lugas dan agresif ini masih berjuang pulih dari cedera panjang yang membekapnya sejak musim lalu. Doan Van Hau merupakan sosok yang sangat krusial dalam skema serangan balik Vietnam, di mana ia sering membantu serangan dari sisi kiri sekaligus menjadi tembok kokoh saat bertahan. Tanpa kehadirannya, Kim Sang-sik harus memutar otak untuk mencari pengganti yang memiliki atribut fisik dan kecepatan serupa di posisi bek sayap.
Also Read
Strategi Baru Kim Sang-sik di FIFA ASEAN Cup 2026
Memasuki era kepemimpinan Kim Sang-sik, Timnas Vietnam sedang berada dalam fase transisi setelah berakhirnya masa kejayaan di bawah asuhan Park Hang-seo. Pelatih asal Korea Selatan tersebut tampaknya ingin menyuntikkan energi baru ke dalam tim dengan memanggil kombinasi pemain senior yang berpengalaman dan pemain muda yang sedang naik daun. Kim Sang-sik menekankan pada kedisiplinan posisi dan kolektivitas tim dibandingkan ketergantungan pada individu tertentu. Hal ini terlihat dari pemilihan 23 pemain yang dianggap paling siap secara fisik dan mental untuk menghadapi jadwal turnamen yang sangat padat.
Meskipun kehilangan dua pemain kunci di lini belakang, Vietnam tetap membawa nama-nama besar seperti Nguyen Quang Hai, Nguyen Tien Linh, dan Do Hung Dung. Para pemain veteran ini diharapkan mampu membimbing rekan-rekan mudanya dalam menghadapi tekanan tinggi di FIFA ASEAN Cup. Sektor tengah tetap menjadi kekuatan utama Vietnam, di mana kreativitas Quang Hai akan menjadi motor serangan untuk membongkar pertahanan lawan. Kim Sang-sik juga memberikan kesempatan bagi beberapa pemain dari kompetisi V-League yang menunjukkan performa impresif sepanjang musim ini untuk membuktikan kualitas mereka di level internasional.
Tantangan di Fase Grup dan Rivalitas Regional
Persaingan di FIFA ASEAN Cup 2026 diprediksi akan semakin sengit, terutama dengan meningkatnya kekuatan tim-tim seperti Indonesia dan Thailand. Vietnam yang tergabung dalam grup yang kompetitif harus mampu mengamankan poin sejak laga perdana untuk menjaga peluang lolos ke babak semifinal. Absennya Filip Nguyen dan Doan Van Hau tentu akan dianalisis oleh tim lawan sebagai titik lemah yang bisa dieksploitasi. Oleh karena itu, koordinasi di lini belakang menjadi fokus utama staf pelatih dalam sesi latihan menjelang turnamen dimulai.
Bagi publik sepak bola Vietnam, FIFA ASEAN Cup bukan sekadar turnamen biasa, melainkan ajang pembuktian harga diri sebagai salah satu kekuatan utama di Asia Tenggara. Kegagalan dalam beberapa edisi terakhir untuk meraih gelar juara memberikan tekanan tambahan bagi skuad asuhan Kim Sang-sik. Namun, dengan komposisi pemain yang ada, Vietnam tetap menjadi salah satu kandidat kuat juara. Mereka harus mampu menunjukkan bahwa kolektivitas tim jauh lebih penting daripada kehadiran pemain bintang secara individu.
Secara keseluruhan, meskipun skuad Vietnam kali ini tampil tanpa Filip Nguyen dan Doan Van Hau, mereka tetap memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Turnamen ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Kim Sang-sik untuk membuktikan bahwa ia mampu membawa Vietnam kembali ke puncak kejayaan sepak bola ASEAN. Para penggemar kini menantikan bagaimana strategi yang akan diterapkan di lapangan hijau untuk mengatasi absennya para pilar pertahanan tersebut dan meraih hasil maksimal di setiap pertandingan.




