GoTo Rilis Model AI Multibahasa, Dorong Inklusi Digital Indonesia

Author Image

Mais Nurdin

20 Oktober 2026, 01:15 WIB

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), ekosistem teknologi terbesar di Indonesia, baru-baru ini mengumumkan peluncuran model kecerdasan buatan (AI) canggih dengan 27 miliar parameter. Model AI ini dirancang khusus untuk mendukung tidak hanya bahasa Indonesia standar, tetapi juga berbagai bahasa daerah penting seperti Jawa, Sunda, Bali, hingga Batak. Ketersediaan model ini secara gratis di platform Hugging Face menandai langkah signifikan GoTo dalam memajukan inovasi AI dan inklusi digital di Tanah Air, membuka potensi baru bagi pengembangan teknologi yang lebih relevan dengan keberagaman budaya Indonesia.

Inovasi AI GoTo untuk Keberagaman Bahasa

Model AI 27 miliar parameter yang dirilis oleh GoTo ini merupakan salah satu model bahasa besar (Large Language Model/LLM) yang paling kompleks dan komprehensif yang dikembangkan di Indonesia. Jumlah parameter yang besar menunjukkan kapasitas model untuk memahami dan memproses informasi dengan tingkat nuansa dan kompleksitas yang tinggi. Semakin banyak parameter, semakin baik kemampuan model untuk belajar dari data, mengenali pola, dan menghasilkan respons yang relevan serta kontekstual. Dalam konteks ini, model GoTo diharapkan mampu memahami konteks percakapan, perintah, atau teks dalam berbagai bahasa dengan akurasi yang lebih tinggi.

Keunggulan utama dari model ini adalah kemampuannya untuk mendukung berbagai bahasa daerah di Indonesia. Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan linguistik yang luar biasa, memiliki lebih dari 700 bahasa daerah. Namun, sebagian besar model AI global cenderung berfokus pada bahasa Inggris atau bahasa-bahasa mayoritas lainnya, meninggalkan kesenjangan besar bagi penutur bahasa daerah. Dengan mendukung bahasa Jawa, Sunda, Bali, dan Batak, GoTo tidak hanya menunjukkan komitmen terhadap inklusi digital tetapi juga membuka pintu bagi jutaan pengguna yang mungkin lebih nyaman berkomunikasi dalam bahasa ibu mereka. Ini berarti layanan digital di masa depan dapat menjadi lebih personal dan mudah diakses oleh segmen masyarakat yang lebih luas, termasuk mereka yang tinggal di daerah pedesaan atau yang kurang fasih berbahasa Indonesia standar.

Keputusan GoTo untuk menyediakan model ini secara gratis di Hugging Face juga merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi. Hugging Face adalah platform terkemuka bagi komunitas AI global untuk berbagi model, dataset, dan alat pengembangan. Dengan membuatnya tersedia secara terbuka, GoTo tidak hanya mempercepat adopsi dan pengembangan AI di Indonesia tetapi juga mendorong kolaborasi. Para peneliti, pengembang, startup, dan bahkan institusi pendidikan dapat memanfaatkan model ini sebagai fondasi untuk membangun aplikasi dan solusi inovatif mereka sendiri, tanpa harus memulai dari nol. Ini dapat memicu gelombang inovasi lokal yang berfokus pada kebutuhan spesifik masyarakat Indonesia, mulai dari aplikasi pendidikan interaktif dalam bahasa daerah hingga layanan pelanggan otomatis yang lebih responsif.

Konteks dan Implikasi Lebih Luas

Peluncuran model AI multibahasa oleh GoTo ini memiliki konteks yang lebih luas dalam lanskap teknologi global dan nasional. Di tingkat global, pengembangan LLM telah menjadi salah satu area paling dinamis dalam riset AI, dengan perusahaan-perusahaan besar seperti OpenAI, Google, dan Meta berlomba-lomba menciptakan model yang semakin canggih. Namun, tantangan besar bagi negara-negara non-Barat adalah bagaimana memastikan bahwa teknologi AI ini relevan dan inklusif bagi bahasa dan budaya mereka sendiri. GoTo, sebagai pemimpin teknologi di Asia Tenggara, mengambil peran penting dalam mengatasi tantangan ini dengan berinvestasi pada model yang secara spesifik melayani keberagaman linguistik Indonesia.

Bagi GoTo sendiri, model AI ini akan menjadi tulang punggung untuk meningkatkan berbagai layanannya. Bayangkan skenario di mana pengguna Gojek dapat memesan transportasi atau makanan menggunakan perintah suara dalam bahasa Jawa, atau pelanggan Tokopedia dapat mencari produk dengan deskripsi dalam bahasa Sunda. Model ini dapat meningkatkan akurasi rekomendasi produk, personalisasi pengalaman pengguna, efisiensi layanan pelanggan, dan bahkan membantu dalam deteksi penipuan dengan menganalisis pola komunikasi yang lebih kompleks. Dengan demikian, AI ini bukan hanya inovasi teknologi, tetapi juga alat strategis untuk memperkuat posisi GoTo di pasar yang sangat kompetitif.

Secara lebih luas, inisiatif ini juga berkontribusi pada upaya pelestarian bahasa daerah. Dalam era digital, banyak bahasa daerah menghadapi risiko kepunahan karena kurangnya representasi dan penggunaan di platform digital. Dengan mengintegrasikan bahasa-bahasa ini ke dalam model AI canggih, GoTo membantu memastikan bahwa bahasa daerah tetap relevan dan memiliki tempat dalam ekosistem digital yang terus berkembang. Ini juga dapat mendorong generasi muda untuk lebih bangga dan aktif menggunakan bahasa daerah mereka, karena mereka melihat bahwa bahasa tersebut diakui dan didukung oleh teknologi modern.

Ke depan, model AI multibahasa dari GoTo ini berpotensi menjadi katalisator bagi transformasi digital yang lebih merata di seluruh Indonesia. Dengan fondasi yang kuat dalam pemahaman bahasa lokal, berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pemerintahan dapat mengembangkan solusi AI yang lebih efektif dan mudah diakses oleh masyarakat luas. Ini membuka peluang untuk aplikasi yang dapat membantu petani di pedesaan mendapatkan informasi cuaca dalam bahasa lokal mereka, atau siswa belajar materi pelajaran dengan tutor AI yang berbicara dalam bahasa ibu mereka. Kolaborasi antara GoTo, komunitas pengembang, dan pemerintah akan menjadi kunci untuk memaksimalkan dampak positif dari inovasi ini, mendorong Indonesia menuju masa depan digital yang lebih inklusif dan berdaya saing global.

Related Post