Inovasi BRIN: Rumah Tahan Gempa dan Drone Alap-alap

Author Image

Mais Nurdin

9 September 2026, 09:19 WIB

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menunjukkan taringnya dalam dunia teknologi dan riset nasional dengan memamerkan berbagai inovasi mutakhir di ajang Indonesia Innovation Summit & Expo (IISE) 2026. Dua inovasi yang paling mencuri perhatian pengunjung adalah desain rumah tahan gempa yang dirancang khusus untuk wilayah rawan bencana serta pesawat tanpa awak (UAV) bernama Alap-alap. Kehadiran teknologi ini menegaskan komitmen Indonesia dalam membangun kemandirian teknologi di sektor kebencanaan dan pertahanan.

Desain Rumah Tahan Gempa untuk Mitigasi Bencana

Indonesia secara geografis terletak di wilayah Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), yang membuatnya sangat rentan terhadap aktivitas seismik dan gempa bumi. Menyadari ancaman nyata ini, para peneliti di BRIN mengembangkan konsep rumah tahan gempa yang tidak hanya kokoh, tetapi juga ekonomis dan mudah dibangun oleh masyarakat. Desain ini memanfaatkan material lokal yang telah diperkuat serta struktur modular yang mampu meredam guncangan lateral saat gempa terjadi.

Pendekatan yang digunakan dalam rancangan hunian ini berfokus pada fleksibilitas struktur. Berbeda dengan bangunan konvensional yang kaku dan mudah retak, rumah tahan gempa inovasi BRIN ini dirancang untuk dapat bergerak mengikuti arah getaran tanpa mengalami keruntuhan total. Hal ini sangat krusial untuk memberikan waktu evakuasi yang cukup bagi para penghuninya saat bencana melanda secara tiba-tiba.

Selain aspek keselamatan, BRIN juga menekankan pentingnya efisiensi biaya dalam pembangunan rumah ini. Dengan menggunakan teknologi prefabrikasi, komponen rumah dapat diproduksi secara massal di pabrik dan dirakit dengan cepat di lokasi bencana. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi cepat bagi pemerintah dalam melakukan rekonstruksi pascabencana di berbagai daerah di Indonesia.

Pesawat Tanpa Awak Alap-alap untuk Kedaulatan Bangsa

Selain teknologi mitigasi bencana, BRIN juga memamerkan pesawat udara tanpa awak (UAV) taktis yang diberi nama Alap-alap. Pesawat tanpa awak ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengawasan wilayah udara Indonesia yang sangat luas, baik untuk kepentingan sipil maupun militer. Dengan kemampuan terbang jarak jauh dan daya tahan baterai atau bahan bakar yang optimal, Alap-alap diproyeksikan menjadi mata di langit Nusantara.

Drone Alap-alap dilengkapi dengan kamera sensor tinggi dan sistem pemetaan canggih yang mampu mengirimkan data secara real-time ke pusat kendali di darat. Dalam sektor sipil, pesawat tanpa awak ini sangat berguna untuk memantau kawasan hutan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), melakukan pemetaan wilayah pertanian, hingga memantau batas wilayah perairan dari praktik pencurian ikan ilegal (illegal fishing).

Di sisi lain, pengembangan Alap-alap juga menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap teknologi militer impor. Dengan memproduksi UAV secara mandiri di dalam negeri, Indonesia dapat memperkuat sistem pertahanan nasional sekaligus menghemat anggaran negara. Proyek ini juga melibatkan kolaborasi erat antara akademisi, industri pertahanan lokal, dan lembaga riset pemerintah.

IISE 2026 sebagai Panggung Inovasi Nasional

Ajang Indonesia Innovation Summit & Expo (IISE) 2026 menjadi momentum penting bagi BRIN untuk mendekatkan hasil riset kepada masyarakat luas dan sektor industri. Pameran ini tidak hanya berfungsi sebagai etalase teknologi, tetapi juga sebagai jembatan komersialisasi riset agar inovasi yang dihasilkan di laboratorium dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat dan diadopsi oleh sektor swasta.

Sinergi antara penemu, pemerintah, dan pelaku industri sangat diperlukan agar produk riset seperti rumah tahan gempa dan drone Alap-alap ini tidak berhenti sebagai prototipe saja. Melalui IISE 2026, diharapkan tercipta kemitraan strategis yang dapat mempercepat proses produksi massal dan distribusi teknologi ini ke seluruh pelosok negeri.

Ke depan, BRIN berkomitmen untuk terus mendorong riset-riset aplikatif yang menjawab tantangan nyata bangsa Indonesia. Mulai dari ketahanan pangan, kemandirian energi, hingga mitigasi bencana dan pertahanan keamanan, inovasi teknologi lokal diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam mewujudkan Indonesia Emas yang mandiri, maju, dan berkelanjutan.

Related Post