Maresca Minta Pemain City Kurangi Backpass ke Donnarumma

Author Image

Mais Nurdin

9 September 2026, 12:20 WIB

Manajer Enzo Maresca memberikan instruksi khusus kepada skuad Manchester City mengenai pola distribusi bola dari lini belakang dalam sesi latihan terbaru. Meski menyatakan kepuasannya terhadap performa Gianluigi Donnarumma di bawah mistar gawang, Maresca menekankan agar para pemain tidak terlalu sering melakukan operan ke belakang atau backpass yang berisiko tinggi.

Filosofi Build-up Play dan Peran Penjaga Gawang

Enzo Maresca, yang dikenal sebagai pelatih dengan filosofi permainan berbasis penguasaan bola yang kuat, menginginkan timnya membangun serangan secara konstruktif sejak dari area pertahanan sendiri. Dalam skema taktik yang ia terapkan, penjaga gawang seperti Gianluigi Donnarumma memegang peranan krusial sebagai pemain ke-11 yang aktif dalam sirkulasi bola. Donnarumma diharapkan tidak hanya mahir dalam menghalau tembakan, tetapi juga harus mampu menjadi titik awal dimulainya serangan tim melalui umpan-umpan pendek maupun panjang yang akurat.

Namun, Maresca menyadari bahwa ketergantungan yang berlebihan pada penjaga gawang dalam menghadapi tekanan lawan dapat menjadi bumerang bagi tim. Ia mengamati bahwa dalam beberapa situasi, para pemain cenderung memilih opsi aman dengan mengembalikan bola kepada Donnarumma saat mereka ditekan oleh pemain lawan. Hal ini, menurut Maresca, justru dapat mengundang lawan untuk melakukan pressing yang lebih agresif di area penalti sendiri, yang pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya kesalahan fatal yang berujung gol bagi lawan.

Maresca meminta para pemain tengah dan belakang untuk lebih kreatif dan berani dalam mencari jalur operan ke depan atau ke samping daripada sekadar mengembalikan bola ke kiper saat merasa terdesak. Dengan mengurangi frekuensi operan ke belakang, Maresca berharap alur serangan tim menjadi lebih dinamis dan tidak mudah diprediksi oleh lawan. Ia ingin para pemainnya memiliki visi yang lebih luas untuk melihat ruang kosong di lini tengah yang bisa dimanfaatkan untuk memindahkan bola dengan cepat ke area pertahanan lawan.

Risiko Taktis dan Adaptasi Strategi di Lapangan

Instruksi tegas ini muncul setelah evaluasi mendalam terhadap beberapa sesi simulasi pertandingan, di mana frekuensi backpass yang tinggi sering kali memperlambat tempo permainan tim. Maresca menegaskan bahwa meskipun Donnarumma memiliki kemampuan kaki yang mumpuni dan ketenangan yang luar biasa, tujuan utama dari strategi build-up adalah memindahkan bola ke area lawan secepat dan seaman mungkin. Terlalu banyak operan ke belakang dianggap dapat memberikan waktu bagi pertahanan lawan untuk mengorganisasi diri kembali dan menutup celah yang ada.

Selain aspek kecepatan serangan, Maresca juga menyoroti aspek psikologis dari para pemainnya. Ia ingin menanamkan kepercayaan diri agar setiap pemain berani menguasai bola lebih lama dan mencari solusi keluar dari tekanan tanpa harus selalu mengandalkan penjaga gawang sebagai “katup penyelamat”. Hal ini sangat penting terutama saat menghadapi tim-tim yang menerapkan strategi high-pressing, di mana setiap detik dan setiap keputusan operan sangat menentukan keberhasilan transisi dari bertahan ke menyerang.

Donnarumma sendiri menyambut baik instruksi tersebut dan siap beradaptasi dengan keinginan sang pelatih. Sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di dunia, ia memahami bahwa perannya dalam tim modern memang menuntut keterlibatan aktif, namun efisiensi kolektif tetap menjadi prioritas utama. Dengan adanya komunikasi yang lebih baik antara lini belakang dan penjaga gawang, diharapkan koordinasi dalam menjaga penguasaan bola dapat berjalan lebih efektif tanpa harus mengambil risiko yang tidak perlu di area berbahaya.

Ke depannya, perubahan pendekatan taktis ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serangan Manchester City. Dengan mengurangi ketergantungan pada operan ke belakang, tim diharapkan mampu menciptakan lebih banyak peluang melalui transisi yang lebih cepat dan tajam. Maresca optimis bahwa dengan kedisiplinan taktik dan keberanian pemain dalam mengambil keputusan, strategi ini akan membawa dampak positif bagi performa tim secara keseluruhan di kompetisi mendatang.

Related Post