Mark Zuckerberg Tetap Setia Gunakan Samsung Galaxy S24 Ultra

Author Image

Mais Nurdin

25 September 2026, 02:45 WIB

Mark Zuckerberg, pendiri sekaligus CEO Meta, kembali menjadi sorotan publik bukan karena inovasi terbaru di dunia metaverse, melainkan karena pilihan perangkat komunikasinya. Meskipun memiliki kekayaan bersih yang diperkirakan mencapai Rp 4.518 triliun, Zuckerberg tertangkap kamera masih setia menggunakan Samsung Galaxy S24 Ultra sebagai ponsel utamanya sehari-hari.

Alasan di Balik Pilihan Perangkat Sang Miliarder

Keputusan Mark Zuckerberg untuk menggunakan Samsung Galaxy S24 Ultra menarik perhatian banyak pengamat teknologi di seluruh dunia. Sebagai salah satu orang terkaya di planet ini, Zuckerberg tentu memiliki kemampuan finansial untuk membeli perangkat apa pun yang ia inginkan, atau bahkan meminta produsen membuatkan ponsel khusus untuknya. Namun, pilihannya jatuh pada model flagship dari Samsung yang dikenal dengan performa tinggi dan fitur produktivitasnya yang lengkap.

Samsung Galaxy S24 Ultra sendiri merupakan perangkat yang menawarkan spesifikasi teknis kelas atas, mulai dari layar Dynamic AMOLED yang sangat jernih hingga integrasi S-Pen yang memudahkan navigasi dan pencatatan cepat. Bagi seorang eksekutif setingkat Zuckerberg, kemampuan multitasking yang ditawarkan oleh sistem operasi Android pada perangkat Samsung kemungkinan besar menjadi faktor penentu. Fleksibilitas Android memungkinkan integrasi yang lebih dalam dengan berbagai aplikasi pengembangan yang mungkin sering ia pantau secara langsung.

Selain aspek fungsional, penggunaan perangkat ini juga mencerminkan gaya hidup “quiet luxury” yang sering diadopsi oleh para tokoh teknologi Silicon Valley. Mereka cenderung memilih barang berdasarkan kegunaan dan efisiensi daripada sekadar mengikuti tren atau memamerkan status sosial. Dalam banyak kesempatan, Zuckerberg terlihat lebih mengutamakan perangkat yang dapat mendukung mobilitasnya yang tinggi dalam mengelola ekosistem raksasa seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Rivalitas Panjang Antara Meta dan Apple

Pilihan Zuckerberg untuk menggunakan Android, khususnya Samsung, tidak bisa dilepaskan dari sejarah rivalitas yang cukup panas antara Meta dan Apple. Selama beberapa tahun terakhir, hubungan antara Mark Zuckerberg dan Tim Cook, CEO Apple, sering kali diwarnai ketegangan terkait kebijakan privasi dan ekosistem aplikasi. Apple melalui fitur App Tracking Transparency (ATT) telah memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan iklan Meta, yang memicu kritik keras dari pihak Zuckerberg.

Dengan menggunakan Samsung, Zuckerberg secara tidak langsung menunjukkan posisinya dalam perang ekosistem antara Android dan iOS. Ia sering kali menyatakan bahwa Android adalah platform yang lebih terbuka dan memberikan kebebasan lebih bagi pengembang maupun pengguna. Hal ini sejalan dengan visi Meta yang ingin membangun ekosistem digital yang luas tanpa terlalu banyak hambatan dari pemilik platform tunggal seperti yang sering dituduhkan kepada Apple.

Ketegangan ini juga merambah ke dunia perangkat keras. Meta saat ini sedang gencar mengembangkan kacamata pintar dan perangkat realitas virtual (VR) melalui lini Meta Quest, yang bersaing langsung dengan Apple Vision Pro. Dengan tetap menggunakan Samsung, Zuckerberg mempertegas bahwa dirinya tidak bergantung pada ekosistem Apple, sekaligus memberikan dukungan moral bagi platform Android yang menjadi basis bagi sebagian besar pengguna aplikasi Meta di seluruh dunia.

Kemitraan Strategis Meta dan Samsung

Hubungan antara Meta dan Samsung sebenarnya sudah terjalin sangat lama dan bersifat strategis. Kedua perusahaan ini sering berkolaborasi dalam berbagai proyek teknologi. Salah satu contoh yang paling diingat adalah ketika Samsung meluncurkan Gear VR beberapa tahun lalu, di mana teknologi di baliknya didukung oleh Oculus, perusahaan yang telah diakuisisi oleh Meta. Kolaborasi ini menunjukkan adanya keselarasan visi dalam mengembangkan teknologi masa depan.

Selain itu, Samsung sering kali memberikan optimasi khusus bagi aplikasi-aplikasi di bawah naungan Meta. Pengguna Samsung Galaxy seri flagship sering kali mendapatkan fitur-fitur kamera yang terintegrasi lebih baik dengan Instagram dan WhatsApp dibandingkan dengan ponsel Android lainnya. Kemitraan ini saling menguntungkan; Samsung mendapatkan nilai tambah untuk perangkatnya, sementara Meta memastikan pengalaman pengguna terbaik pada salah satu merek ponsel paling populer di dunia.

Zuckerberg sendiri dalam beberapa sesi wawancara pernah mengungkapkan kekagumannya terhadap inovasi yang dibawa oleh Samsung. Ia menyebutkan bahwa dirinya telah menjadi pengguna setia ponsel Samsung selama bertahun-tahun. Konsistensi ini menunjukkan bahwa bagi Zuckerberg, loyalitas terhadap sebuah merek bukan hanya soal gengsi, melainkan soal kenyamanan dan dukungan terhadap mitra bisnis yang telah lama bekerja sama dengannya.

Implikasi Terhadap Tren Pasar Smartphone

Fenomena seorang miliarder yang tetap menggunakan ponsel yang sudah dirilis beberapa waktu lalu memberikan pesan kuat kepada pasar. Hal ini menunjukkan bahwa siklus pergantian gadget tidak harus dilakukan setiap tahun jika perangkat yang ada masih mampu memenuhi kebutuhan secara optimal. Samsung Galaxy S24 Ultra, meskipun akan terus berganti generasi, tetap dianggap sebagai standar emas bagi ponsel produktivitas di mata seorang pemimpin industri teknologi.

Bagi Samsung, fakta bahwa Mark Zuckerberg menggunakan produk mereka adalah kampanye pemasaran gratis yang sangat berharga. Ini membuktikan bahwa produk mereka mampu memenuhi standar keamanan dan fungsionalitas yang dibutuhkan oleh individu dengan profil risiko tinggi dan kebutuhan kerja yang sangat kompleks. Di sisi lain, hal ini juga memperkuat citra Android sebagai platform pilihan bagi para profesional dan inovator yang menginginkan kontrol lebih atas perangkat mereka.

Ke depannya, pilihan perangkat para tokoh dunia akan terus menjadi bahan perbincangan yang menarik. Apakah Zuckerberg akan beralih ke ponsel lipat seperti Galaxy Z Fold di masa depan, atau tetap setia dengan seri Ultra, semuanya akan bergantung pada bagaimana teknologi tersebut dapat membantu visinya dalam membangun masa depan internet. Untuk saat ini, Samsung Galaxy S24 Ultra tetap menjadi senjata utama di saku salah satu orang paling berpengaruh di dunia digital.

Related Post