MU vs Man City: Kontroversi Gol Haaland yang Dinilai Offside

Author Image

Mais Nurdin

13 September 2026, 22:40 WIB

Pertandingan sengit antara Manchester United melawan Manchester City di ajang Liga Inggris berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan tim tamu. Gol semata wayang yang dicetak oleh penyerang tajam Erling Haaland menjadi pembeda dalam laga ini, namun gol tersebut menyisakan perdebatan panas di kalangan penggemar sepak bola. Banyak pihak yang mempertanyakan apakah gol tersebut seharusnya disahkan atau justru dianulir karena dugaan posisi offside.

Jalannya Pertandingan dan Momen Gol Haaland

Derby Manchester yang berlangsung di Stadion Old Trafford ini sejak awal sudah diprediksi akan berjalan dengan tensi tinggi. Manchester City, di bawah arahan Pep Guardiola, langsung mengambil inisiatif serangan dengan mendominasi penguasaan bola di lini tengah. Sementara itu, Manchester United yang diasuh oleh Erik ten Hag memilih untuk bermain lebih pragmatis dengan mengandalkan serangan balik cepat melalui sisi sayap. Pertahanan Setan Merah sempat tampil solid dalam menghalau gempuran para pemain kreatif The Citizens seperti Kevin De Bruyne dan Bernardo Silva.

Kebuntuan akhirnya pecah pada babak kedua ketika sebuah skema serangan terorganisir dari Manchester City berhasil menembus kotak penalti tuan rumah. Erling Haaland, yang sepanjang pertandingan dijaga ketat oleh barisan pertahanan United, berhasil melepaskan diri dan menyambut umpan matang untuk menceploskan bola ke gawang yang dikawal oleh Andre Onana. Gol tersebut disambut sorak-sorai pendukung City, namun di sisi lain, para pemain United langsung melakukan protes keras kepada wasit. Mereka menganggap Haaland sudah berada dalam posisi yang lebih dekat ke garis gawang dibandingkan bek terakhir United saat bola dilepaskan.

Proses terjadinya gol ini memang berlangsung sangat cepat. Dalam tayangan ulang, terlihat posisi Haaland sangat tipis dengan garis pertahanan yang digalang oleh Harry Maguire dan rekan-rekannya. Ketegangan sempat meningkat di lapangan saat wasit utama berkomunikasi dengan petugas Video Assistant Referee (VAR) untuk memastikan keabsahan gol tersebut. Setelah peninjauan yang memakan waktu beberapa menit, wasit akhirnya memutuskan bahwa gol tersebut sah, sebuah keputusan yang memicu perdebatan panjang di media sosial dan ruang ganti pemain.

Analisis Aturan Offside dan Peran Teknologi VAR

Kontroversi mengenai gol Haaland ini membawa kembali diskusi mengenai penerapan aturan offside dalam sepak bola modern. Berdasarkan regulasi IFAB, seorang pemain dinyatakan offside jika ada bagian tubuhnya (kecuali tangan) yang berada lebih dekat ke garis gawang lawan daripada bola dan pemain lawan kedua terakhir pada saat bola dimainkan. Dalam kasus Haaland, perdebatan muncul mengenai titik koordinat tubuhnya saat umpan dikirimkan. Apakah bahu atau ujung sepatunya sudah melewati garis imajiner pertahanan United?

Penggunaan teknologi VAR seharusnya memberikan jawaban yang objektif melalui penarikan garis digital. Namun, masalah sering kali muncul pada sudut pengambilan gambar kamera dan momen tepat saat bola meninggalkan kaki pengumpan (point of contact). Para kritikus berpendapat bahwa dalam situasi yang sangat tipis seperti ini, margin kesalahan teknologi masih mungkin terjadi. Selain itu, ada pula aspek “interfering with play” atau mengganggu permainan, di mana pemain lain yang berada dalam posisi offside dianggap mengalihkan perhatian kiper, meskipun ia tidak menyentuh bola secara langsung.

Dalam konteks Derby Manchester kali ini, pendukung United merasa bahwa ada pemain City lain yang berdiri di jalur pandang Andre Onana saat Haaland melepaskan tembakan. Jika pemain tersebut berada dalam posisi offside, maka menurut aturan, gol tersebut seharusnya tidak sah. Namun, tim VAR menilai bahwa pemain tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan Onana untuk mengantisipasi bola, sehingga gol tetap dinyatakan valid. Perbedaan interpretasi inilah yang sering kali membuat keputusan wasit terasa tidak adil bagi salah satu pihak.

Dampak Hasil Pertandingan bagi Kedua Tim

Kemenangan tipis ini memiliki dampak yang sangat besar bagi peta persaingan di papan atas klasemen Liga Inggris. Bagi Manchester City, tambahan tiga poin ini memastikan mereka tetap berada dalam jalur perburuan gelar juara, bersaing ketat dengan rival-rival utama mereka. Konsistensi Erling Haaland dalam mencetak gol, terlepas dari kontroversi yang menyertainya, membuktikan bahwa ia tetap menjadi ancaman paling menakutkan bagi lini pertahanan mana pun di dunia.

Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pil pahit bagi Manchester United yang sedang berupaya bangkit dari keterpurukan. Kehilangan poin di kandang sendiri dalam laga sekrusial derby tentu menurunkan mentalitas tim. Erik ten Hag kini menghadapi tekanan yang lebih besar untuk segera memperbaiki performa anak asuhnya, terutama dalam hal koordinasi lini belakang saat menghadapi situasi bola mati atau serangan terstruktur. Kekalahan ini juga membuat posisi United di klasemen semakin sulit untuk menembus zona kompetisi Eropa musim depan.

Secara keseluruhan, Derby Manchester kali ini kembali membuktikan bahwa sepak bola bukan hanya soal taktik dan kemampuan fisik, tetapi juga soal detail-detail kecil dan keputusan krusial wasit. Kontroversi gol Haaland akan terus menjadi bahan pembicaraan hangat hingga beberapa pekan ke depan. Bagi para penggemar, insiden ini menambah bumbu rivalitas yang sudah mendarah daging antara kedua klub sekota tersebut, sementara bagi otoritas liga, ini menjadi bahan evaluasi penting untuk terus meningkatkan akurasi dan transparansi penggunaan teknologi di lapangan hijau.

Related Post