Nova Widianto Akhiri Tugas di BAM dan Dikaitkan dengan PBSI
Nova Widianto resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai Pelatih Kepala Ganda Campuran di Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) pada akhir Juli 2026, dikaitkan dengan kemungkinan kembali menangani sektor ganda campuran Pelatnas PBSI, dilansir dari Detik Sport.
BAM mengumumkan keputusan tersebut dan menyatakan penghargaan atas kontribusi Nova selama ini, terutama dalam meraih gelar juara dunia melalui pasangan Tang Jie dan Ee Wei yang dianggap sebagai tonggak penting bulu tangkis Malaysia.
Presiden BAM, Tengku Datuk Seri Utama Zafrul Tengku Abdul Aziz, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan profesionalisme Nova selama menangani sektor ganda campuran Malaysia.
"Pelatih Nova telah mengabdi pada bulu tangkis Malaysia dengan dedikasi dan profesionalisme, dan kontribusinya terhadap pengembangan program ganda campuran kami sangatlah signifikan," ujar Tengku Zafrul.
"Gelar juara dunia bersejarah yang diraih oleh Tang Jie dan Ee Wei merupakan momen membanggakan bagi bulu tangkis Malaysia dan tonggak penting selama masa jabatannya," tambahnya.
Selain itu, Tengku Zafrul mengucapkan terima kasih dan doa terbaik bagi Nova dan keluarganya saat mereka memulai babak baru di Indonesia.
Nova juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BAM, para pemain, pelatih, dan staf pendukung atas kerja sama selama berada di Malaysia.
"Merupakan suatu kehormatan dapat bekerja sama dengan para pemain, pelatih, dan staf pendukung, dan saya bersyukur atas dukungan yang saya terima selama berada di Malaysia. Saya berharap semua pihak di BAM terus meraih kesuksesan di masa depan," kata Nova.
Pada waktu yang sama, PP PBSI mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan Kepala Pelatih Ganda Campuran Rionny Mainaky dan asisten pelatih Amon Sunaryo sebagai bagian dari evaluasi sektor ganda campuran.
Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian, menjelaskan pergantian pelatih didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap proses pembinaan dan bukan hanya hasil pertandingan jangka pendek.
"Pergantian pelatih bukan semata-mata melihat hasil pertandingan dalam jangka pendek. Kami melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses pembinaan, mulai dari perkembangan atlet, efektivitas program latihan, dinamika pasangan, hingga kesiapan sektor ini menghadapi target-target besar ke depan," ujar Eng Hian.
Eng Hian menambahkan bahwa PBSI sudah memiliki kandidat kepala pelatih baru, namun pengumuman resmi akan dilakukan pada Agustus setelah proses penunjukan selesai.
Meski belum ada konfirmasi resmi, berakhirnya kerja sama Nova dengan BAM dan kosongnya posisi pelatih kepala ganda campuran di Pelatnas PBSI membuat namanya mulai dikaitkan dengan posisi tersebut. Nova sendiri bukan sosok baru di Pelatnas PBSI karena pernah menjadi asisten Richard Mainaky sejak 2013 dan dipercaya menangani sektor ganda campuran sejak 2021 setelah Richard mundur.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow