Pengarang Kitab Aljabar Abu Ja’far Muhammad bin Musa Al Khawarizmi

Author Image

Amelia Herawati

12 Agustus 2026, 07:00 WIB

Pada Rabu, 12 Agustus 2026, pengarang kitab Aljabar yang berjudul Hisab al-jabr wa al-Muqabala diketahui adalah Abu Ja'far Muhammad bin Musa Al Khawarizmi, seorang ilmuwan Muslim yang menulis karya tersebut sekitar tahun 825 M di wilayah Kekhalifahan Abbasiyah.

Kitab Aljabar yang ditulis Al Khawarizmi menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah matematika, khususnya dalam pengembangan konsep aljabar dan metode penyelesaian persamaan. Karya ini tidak hanya berpengaruh pada dunia Islam, tetapi juga menjadi dasar ilmu matematika modern di Barat.

Menurut laporan dari Liputan6, Al Khawarizmi dikenal sebagai bapak aljabar karena karyanya yang menguraikan cara menyelesaikan persamaan linear dan kuadrat dengan metode sistematis yang disebut al-jabr (penyelesaian) dan al-muqabala (penyederhanaan). Kitab ini menjadi rujukan utama dalam pembelajaran matematika selama berabad-abad.

Al Khawarizmi lahir sekitar tahun 780 M di Khawarizm, wilayah yang kini termasuk Uzbekistan. Ia dikenal sebagai seorang matematikawan, astronom, dan geografer di era Kekhalifahan Abbasiyah. Karyanya di bidang matematika dan astronomi banyak membantu perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam maupun dunia Barat.

Selain kitab Aljabar, Al Khawarizmi juga menulis berbagai karya lain yang membahas sistem angka Hindu-Arab dan metode komputasi yang menjadi dasar algoritma modern. Menurut Gramedia, kontribusinya terhadap ilmu komputer sangat signifikan karena istilah "algoritma" berasal dari namanya.

Kapan Kitab Aljabar Ditulis?

Kitab Hisab al-jabr wa al-Muqabala diperkirakan ditulis pada sekitar tahun 825 M. Karya ini merupakan salah satu teks matematika paling awal yang secara sistematis menjelaskan teknik aljabar dan penghitungan dengan angka Arab.

Apa Isi dan Kontribusi Kitab Aljabar?

Kitab ini membahas metode mengembalikan bilangan yang hilang dan menyeimbangkan kedua sisi persamaan, yang kemudian dikenal sebagai aljabar. Al Khawarizmi memperkenalkan konsep-konsep pengelompokan dan operasi matematika yang menjadi dasar pembelajaran aljabar hingga sekarang.

Menurut Detik, kitab ini sangat berpengaruh dalam menyebarkan sistem angka Hindu-Arab ke dunia Barat, yang menggantikan sistem angka Romawi yang sulit digunakan untuk perhitungan.

Pengaruh Al Khawarizmi dalam Matematika dan Ilmu Komputer

Al Khawarizmi tidak hanya berperan dalam bidang matematika, tetapi juga dalam perkembangan ilmu komputer. Konsep algoritma yang menjadi fondasi pemrograman komputer modern dinamai menurut namanya, yang menunjukkan betapa besar pengaruhnya dalam ilmu pengetahuan.

Menurut laporan Tirto, Al Khawarizmi juga dikenal sebagai penemu angka nol dalam Islam yang membantu memudahkan perhitungan dan pengembangan matematika lebih lanjut.

Relevansi Kitab Aljabar Saat Ini

Kitab Aljabar karya Al Khawarizmi tetap menjadi referensi penting dalam pendidikan matematika dan sejarah ilmu pengetahuan. Metode yang ia kembangkan masih diajarkan di sekolah dan universitas sebagai dasar dari sistem aljabar modern.

Seiring dengan perkembangan teknologi, konsep aljabar dan algoritma yang diperkenalkan oleh Al Khawarizmi terus digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari komputasi hingga teknik dan ilmu data.

Mengenal Al-Khawarizmi, Ilmuwan Muslim Jenius Penemu Aljabar | Nat Geo Indonesia

Related Post