Petugas Keamanan Bandara Suvarnabhumi Buat Gestur Mata Sipit, Manajemen Minta Maaf

Author Image

Basuki Habibie

8 Agustus 2026, 21:05 WIB

Salah satu petugas keamanan di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, membuat gestur mata sipit yang dianggap bernada rasis saat menangani insiden penggemar artis China yang ditolak naik pesawat Thai Airways TG674 ke Beijing pada Rabu malam, 29 Juli 2026, dilansir dari Detik Travel.

Insiden bermula ketika sekelompok penggemar yang memegang tiket penerbangan yang sama terus mengikuti sang artis hingga ke ruang tunggu penumpang, meskipun mereka tidak memiliki hak masuk ke area tersebut. Petugas maskapai kemudian meminta bantuan petugas keamanan untuk mengeluarkan mereka.

Namun, penggemar kembali mengejar artis itu hingga ruang tunggu keberangkatan dan menolak pemeriksaan boarding pass saat proses boarding. Demi menjaga keselamatan penerbangan, petugas menutup pintu pesawat dan mengarahkan penggemar kembali ke ruang tunggu.

Setelah evaluasi, Thai Airways menolak keberangkatan 22 penggemar karena dianggap tidak mematuhi prosedur keselamatan dan berpotensi mengganggu ketertiban pesawat, menurut pernyataan manajemen Bandara Suvarnabhumi.

Dari 22 penggemar yang ditolak naik, 12 orang menurunkan bagasi, sementara 10 lainnya menunjukkan sikap tidak puas dan melakukan gestur provokatif kepada petugas yang memicu ketegangan.

Video insiden menjadi viral di media sosial, menampilkan seorang petugas keamanan menarik ujung kedua matanya membentuk gestur mata sipit yang dianggap sebagai ejekan terhadap warga China.

Manajemen Bandara Suvarnabhumi menegaskan bahwa petugas tersebut bertugas menjaga keselamatan penumpang dan operasional penerbangan, namun perilaku petugas tersebut tidak sesuai dengan standar pelayanan dan peraturan bandara.

"Personel maskapai menilai kelompok penggemar tersebut berpotensi menimbulkan gangguan di dalam pesawat dan situasi bisa menjadi tidak terkendali setelah pesawat lepas landas," ujar manajemen Bandara Suvarnabhumi.

Karena itu, pengelola bandara menyampaikan permintaan maaf atas tindakan petugas keamanan tersebut dan memastikan petugas yang bersangkutan telah dikenai sanksi disiplin.

Permintaan maaf tersebut tidak mengubah keputusan menolak keberangkatan 22 penggemar yang dianggap tidak mengikuti prosedur boarding dan berisiko mengganggu ketertiban pesawat.

Related Post