Samsung Galaxy J Series Dihentikan, Merger ke Galaxy A Resmi Dilakukan

Author Image

Ahmad Gunadi

8 Agustus 2026, 22:30 WIB

Samsung resmi menghentikan produksi Galaxy J Series pada tahun 2019 dan menggabungkan lini smartphone entry-level ini ke dalam Galaxy A Series. Pengumuman ini terjadi pada April 2019 di Thailand sebagai bagian dari strategi Samsung untuk menyederhanakan portofolio produk di pasar berkembang.

Galaxy J Series pertama kali diperkenalkan pada 2015 sebagai lini smartphone Android 32-bit entry-level yang menggabungkan berbagai model seperti Galaxy Core, Grand, E, Trend, Ace, dan Young. Seri ini dirancang khusus untuk pasar berkembang, menempati segmen di bawah Galaxy A Series dan sebelum munculnya Galaxy M Series.

Pada September 2018, muncul rumor penghentian Galaxy J dan Galaxy On, kemudian diikuti oleh peluncuran Galaxy M Series yang fokus pada segmen serupa dengan Galaxy J. Galaxy M10 dan M20 diluncurkan pada Januari 2019, sementara Galaxy A10, A30, dan A50 diumumkan pada Februari 2019 sebagai bagian dari ekspansi Galaxy A ke segmen bawah.

Menurut laporan Samsung, strategi penggabungan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran dengan menyatukan produk entry-level di bawah satu lini, yakni Galaxy A.

Spesifikasi dan Varian Utama Galaxy J Series

Galaxy J Series dikenal karena fitur dasar yang ditawarkan untuk pengguna pemula. Beberapa model yang populer antara lain:

  • Samsung Galaxy J8 (2018) dengan layar 6 inci Super AMOLED 720p+, prosesor Snapdragon 450, kamera belakang ganda 16MP + 5MP, kamera depan 16MP, RAM 3GB/4GB, dan baterai 3500 mAh.
  • Samsung Galaxy J6+ yang mengusung layar IPS LCD 6 inci, prosesor Snapdragon 425, kamera belakang ganda 13MP + 5MP, serta baterai 3300 mAh.
  • Samsung Galaxy J2 Pro (2018) dengan layar AMOLED 5 inci, prosesor Snapdragon 425, RAM 1.5/2 GB, dan baterai 2600 mAh.

Galaxy J Series umumnya tidak mendukung fitur video slow motion atau perekaman video resolusi tinggi di atas 1080p dengan frame rate di atas 30fps, menandai fokusnya pada kebutuhan dasar pengguna.

Perbandingan dan Dampak Pasar

Perubahan dari Galaxy J ke Galaxy A Series memungkinkan Samsung untuk memperkuat posisinya di pasar smartphone entry-level yang sangat kompetitif, terutama di Asia dan pasar berkembang lainnya. Galaxy A Series menawarkan variasi produk yang lebih luas dengan fitur yang lebih maju dalam rentang harga yang bersaing.

Menurut data industri, Galaxy J Series sempat menjadi andalan Samsung untuk menjangkau konsumen dengan anggaran terbatas, namun tren pasar yang berubah menuntut inovasi dan efisiensi yang lebih besar, sehingga merger ini menjadi langkah strategis perusahaan.

Respons dan Status Terkini

Meski Galaxy J Series sudah dihentikan, beberapa model seperti Galaxy J8 masih digunakan oleh segmen pengguna tertentu hingga saat ini. Samsung terus fokus mengembangkan Galaxy A dan M Series sebagai lini smartphone utama untuk pasar menengah dan bawah.

"Penggabungan Galaxy J Series ke dalam Galaxy A Series adalah langkah strategis untuk menyederhanakan lini produk dan meningkatkan daya saing di pasar berkembang," ujar perwakilan Samsung, sebagaimana dilaporkan oleh samsung.fandom.com.

Evolusi Samsung Galaxy J Series dari Masa ke Masa | TheAgusCTS
Model Layar Prosesor Kamera Belakang RAM/Storage Baterai
Galaxy J8 (2018) 6 inci Super AMOLED 720p+ Snapdragon 450 Octa-core 1.6GHz 16MP + 5MP 3GB/32GB, 4GB/64GB 3500 mAh
Galaxy J6+ 6 inci IPS LCD Snapdragon 425 13MP + 5MP 3GB/32GB, 4GB/64GB 3300 mAh
Galaxy J2 Pro (2018) 5 inci AMOLED 16:9 Snapdragon 425 8MP 1.5/2GB, 16GB 2600 mAh

Related Post