UEFA Ancaman Tindakan Hukum Presiden FIFA atas Proyek FFE
UEFA mengancam akan mengambil langkah hukum terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino terkait pembatalan rencana penjualan saham pada turnamen besar FIFA, termasuk Piala Dunia, yang memicu krisis kepercayaan di kepemimpinan FIFA, dilansir dari Bola. Proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) dirancang untuk membentuk anak perusahaan yang mengelola acara utama FIFA seperti Piala Dunia, dengan target pendanaan hingga $4,2 miliar dari valuasi $20 miliar dan total sasaran lebih dari $20 miliar untuk mempercepat pengembangan sepak bola global. Firma investasi AS Thrive Capital yang didirikan Joshua Kushner sempat direncanakan memimpin konsorsium investor, namun penolakan luas dari konfederasi membuat proposal itu ditarik pada 1 Agustus, sementara UEFA menyatakan kehilangan kepercayaan pada FIFA dan Infantino.
UEFA menegaskan dalam surat yang dilaporkan The Telegraph bahwa mereka "secara aktif mempertimbangkan tindakan hukum, arbitrase, dan/atau keluhan regulasi yang timbul dari dan sehubungan dengan rencana FFE yang diusulkan oleh FIFA dan semua hal terkait".
UEFA menuntut FIFA dan Infantino segera mengidentifikasi dan melestarikan semua dokumen serta informasi elektronik terkait FFE, dengan larangan keras penghancuran atau perubahan materi yang relevan untuk menghindari perusakan bukti. Selain itu, UEFA menyatakan berhak mencari ganti rugi jika terjadi perusakan atau kehilangan bukti dan menuduh kepemimpinan FIFA saat ini kehilangan kepercayaan dari mereka dan banyak anggota keluarga sepak bola lainnya.
Rencana FFE bertujuan memisahkan pengelolaan komersial acara utama FIFA melalui anak perusahaan khusus dengan mandat memaksimalkan nilai komersial turnamen. FIFA membuka investasi swasta minoritas dengan harapan mengumpulkan modal hingga $4,2 miliar, dengan target keseluruhan lebih dari $20 miliar untuk mempercepat pengembangan sepak bola secara global.
Penolakan datang dari berbagai konfederasi, termasuk UEFA, CONCACAF, dan AFC, dengan seluruh 55 asosiasi UEFA menolak keras dan mengancam memboikot jika proposal dilanjutkan. UEFA menegaskan, "Piala Dunia tidak dapat diperlakukan sebagai produk investasi" dan "tidak ada bagian darinya yang boleh diserahkan kepada investor swasta". Tekanan internal FIFA juga muncul, penasihat senior Carlos Cordeiro mengundurkan diri karena tidak mendukung proyek tersebut, dan COO FIFA Kevin Lamour menyatakan staf merasa tertipu oleh kurangnya keterbukaan Infantino.
UEFA juga mengingatkan perlunya pelestarian bukti dan menyebut beberapa pihak sebagai target, termasuk Joshua Kushner, Greg Maffei, bank JP Morgan, dan OpenEconomics.
Mereka menegaskan tindakan yang menyebabkan hilangnya materi relevan dapat berujung pada klaim hukum dan akan mencari ganti rugi jika terjadi perusakan bukti. UEFA menyerukan kepemimpinan baru di FIFA dan mengindikasikan Victor Montagliani, Presiden CONCACAF, sebagai calon potensial pengganti Infantino, serta mengingatkan Infantino pada janji transparansi saat terpilih pada 2016 yang dianggap gagal dipenuhi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow