50 Kepala Keluarga di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian Pasca Gempa
Sekitar 50 kepala keluarga di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, masih bertahan di lokasi pengungsian di perbukitan karena trauma akibat gempa magnitudo 7 yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepulauan Selayar, Muhammad Ikbal, menyatakan bahwa warga memilih tinggal di pengungsian karena pengalaman buruk saat gempa magnitudo 7,4 pada 14 Desember 2021 yang juga dirasakan kuat di Selayar.
Pada gempa 2021 tersebut, sejumlah rumah di Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu mengalami kerusakan parah hingga roboh. Saat gempa magnitudo 7 kembali terjadi, warga secara mandiri mengungsi ke perbukitan.
Di Pasimarannu tercatat 278 kepala keluarga mengungsi, sedangkan di Pasilambena sekitar 130 kepala keluarga. Namun, warga Pasilambena sudah mulai kembali ke rumah, sementara sekitar 20 persen pengungsi Pasimarannu atau 50 kepala keluarga masih bertahan di lokasi pengungsian.
"Mereka masih trauma dengan kejadian serupa pada 2021 sehingga 50-an KK di Kecamatan Pasimarannu masih memilih tinggal di lokasi perbukitan," ujar Muhammad Ikbal, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar.
Menurut Ikbal, sebagian warga sebenarnya kembali ke rumah untuk beraktivitas pada siang hari, tetapi kembali ke pengungsian saat sore tiba, jaraknya sekitar tujuh kilometer dari pemukiman.
"Kondisi tersebut menunjukkan kuatnya rasa khawatir warga terhadap kemungkinan gempa susulan," tambah Ikbal, yang menyebut pengungsi biasanya bertahan tiga hingga empat hari di lokasi tersebut.
BPBD menghadapi tantangan geografis karena harus menempuh jalur laut sekitar 12 jam untuk menjangkau wilayah terdampak dan menyalurkan bantuan logistik. Saat ini kebutuhan pengungsi masih dipenuhi secara mandiri.
BPBD mencatat dampak gempa magnitudo 7 di Flores juga mengakibatkan kerusakan pada 13 rumah di Selayar, dengan sembilan rumah rusak ringan dan empat rusak sedang.
Beberapa rumah di Pasilambena terkena empasan air laut yang masuk ke permukiman akibat getaran gempa. Selain rumah, sejumlah perahu nelayan mengalami kerusakan dan terbawa ke daratan.
Meski menimbulkan kerusakan, gempa tersebut tidak menyebabkan rumah ambruk maupun korban luka dan jiwa di wilayah Selayar, dilansir dari Detikcom.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow