Arsenal diprediksi mampu beli Vinicius Junior, namun perlu jaga keseimbangan skuad
Arsenal dinilai punya kemampuan finansial untuk mendatangkan Vinicius Junior dari Real Madrid, tetapi keputusan tersebut tidak otomatis tepat karena biaya transfer, tuntutan gaji, serta risiko mengganggu keseimbangan skuad. dilansir dari Bola, Vinicius kini memasuki 11 bulan terakhir kontraknya bersama Real Madrid. Kondisi itu membuka peluang bagi klub lain, sementara nilai pasar winger Timnas Brasil tetap sangat tinggi, sekitar 140 juta euro setara Rp2,88 triliun menurut Transfermarkt. Jika Arsenal menebus Vinicius dengan angka tersebut, transfernya berpotensi menjadi pembelian termahal dalam sejarah klub. Bila nilainya melewati 125 juta poundsterling setara Rp2,57 triliun, kepindahan tersebut juga diproyeksikan memecahkan rekor transfer termahal di Premier League.
Walau nominal transfer besar, Arsenal masih dipandang punya beberapa opsi untuk membiayai kepindahan Vinicius. Dalam sistem akuntansi sepak bola, biaya transfer dapat diamortisasi sepanjang masa kontrak pemain.
Misalnya, bila nilai transfer sekitar 166 juta dolar AS, jumlah yang akan dibukukan sekitar 33,2 juta dolar AS per musim. Angka tersebut disebut di luar beban gaji pemain. Selain skema amortisasi, Arsenal juga disebut berpeluang memperoleh tambahan dana dari penjualan pemain. Karl Hein, Jakub Kiwior, dan Leandro Trossard diperkirakan menghasilkan pemasukan sekitar 43 juta dolar AS, sementara Gabriel Martinelli dinilai bisa dilepas jika Vinicius bergabung karena keduanya sama-sama beroperasi di sisi kiri penyerangan.
Tantangan terbesar: struktur gaji dan dinamika skuad
Meski secara finansial memungkinkan, hambatan utama Arsenal justru terkait keseimbangan skuad. Vinicius diperkirakan menginginkan gaji lebih dari 600 ribu dolar AS atau Rp10,85 miliar per pekan, jauh di atas Bukayo Saka yang saat ini menerima sekitar 400 ribu dolar AS atau Rp7,32 per pekan.
Menurut Bola, kedatangan Vinicius berpotensi memicu tuntutan kenaikan gaji dari pemain lain. Declan Rice disebut segera membahas kontrak baru, dan Arsenal juga pernah mengalami dampak negatif dari kontrak bernilai besar yang diberikan kepada Mesut Ozil serta Pierre-Emerick Aubameyang.
Dengan usia 26 tahun, Vinicius dipandang berpotensi membawa lebih banyak risiko daripada manfaat bagi tim jika struktur gaji dan komposisi skuad tidak dikelola secara hati-hati. Arsenal tetap perlu mempertimbangkan dampak transfer itu terhadap kesinambungan internal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow