Daftar 11 Pemain Premier League dengan Gaji Tidak Seimbang 2026/2027
- Bek Kanan: Ben White (Rp3,6 Miliar Per Pekan)
- Bek Tengah: Wesley Fofana dan Tosin Adarabioyo
- Bek Kiri: Luke Shaw (Rp3,6 Miliar Per Pekan)
- Gelandang Tengah: Kalvin Phillips, Tijjani Reijnders, Conor Gallagher
- Sayap Kanan dan Kiri: Omar Marmoush dan Jack Grealish
- Penyerang: Gabriel Jesus (Rp6,36 Miliar Per Pekan)
Pemain-pemain Liga Inggris dikenal sebagai atlet dengan bayaran tertinggi di dunia, namun beberapa dari mereka dinilai menerima gaji yang tidak sepadan dengan kontribusi di lapangan. Kondisi ini muncul karena tekanan klub untuk meraih hasil instan serta ketersediaan dana besar, sehingga beberapa tim rela membayar mahal pemain yang belum membuktikan kualitasnya secara konsisten. Dikutip dari Bola, berikut susunan 11 pemain Premier League musim 2026/2027 yang dianggap menerima gaji berlebihan, disusun dengan formasi 4-3-3 dari lima klub berbeda.
Giorgi Mamardashvili menjadi pilihan kiper dalam daftar ini, meski di Liverpool kerap mengisi bangku cadangan karena kalah bersaing dengan Alisson Becker.
Mamardashvili memiliki potensi, tapi pada musim debutnya belum menunjukkan performa meyakinkan, sehingga gaji 85 ribu poundsterling per pekan dianggap belum sepadan.
Bek Kanan: Ben White (Rp3,6 Miliar Per Pekan)
Empat tahun setelah penampilan luar biasanya di Arsenal, Ben White kini lebih sering menjadi pelapis dengan hanya 12 penampilan Premier League musim lalu.
Dengan kontrak hingga 2028 dan gaji 150 ribu poundsterling per pekan, besarnya bayaran dianggap tak lagi sesuai dengan kontribusinya saat ini.
Bek Tengah: Wesley Fofana dan Tosin Adarabioyo
Wesley Fofana, yang bergabung dengan Chelsea pada 2022 dengan gaji 200 ribu poundsterling per pekan, terus terganggu cedera dan belum memenuhi ekspektasi meski tampil lebih sering musim lalu.
Sementara itu, Tosin Adarabioyo mendapat gaji 120 ribu poundsterling per pekan, namun kontribusinya dianggap biasa dan belum membenarkan bayaran tersebut di Chelsea.
Bek Kiri: Luke Shaw (Rp3,6 Miliar Per Pekan)
Luke Shaw yang berkarier panjang di Manchester United masih menghadapi masalah cedera. Meskipun tampil lebih rutin musim lalu, gajinya yang besar dianggap belum sepenuhnya layak.
Manchester United bahkan dikabarkan akan menawarkan kontrak baru dengan gaji lebih rendah untuk menyesuaikan pengeluaran klub.
Gelandang Tengah: Kalvin Phillips, Tijjani Reijnders, Conor Gallagher
Kalvin Phillips yang pindah ke Manchester City pada 2022 hanya dua kali menjadi starter, dengan gaji besar dan kontrak hingga 2028 yang dinilai sebagai keputusan finansial buruk klub.
Tijjani Reijnders tampil kurang konsisten dan berpotensi meninggalkan Manchester City, namun masih memiliki peluang memperjuangkan tempatnya meski gajinya dianggap terlalu tinggi.
Conor Gallagher yang direkrut Tottenham Hotspur dengan gaji besar dikenal sebagai pemain pekerja keras, tetapi performanya dianggap solid, bukan luar biasa sehingga bayaran tersebut tampak berlebihan.
Sayap Kanan dan Kiri: Omar Marmoush dan Jack Grealish
Omar Marmoush merupakan pemain dengan gaji tertinggi ketujuh di Premier League, tapi hanya delapan kali menjadi starter musim lalu, sehingga gajinya yang hampir 300 ribu poundsterling per pekan dianggap berlebihan.
Jack Grealish, yang membantu Manchester City meraih treble 2023, kini belum menunjukkan performa sebanding dengan gaji tinggi yang diterimanya setelah masa peminjaman di Everton.
Penyerang: Gabriel Jesus (Rp6,36 Miliar Per Pekan)
Gabriel Jesus, meski berbakat, hanya mencetak 10 gol dalam tiga musim terakhir di Premier League dan memiliki riwayat cedera yang menghambat performanya.
Dengan gaji besar yang diterima, produktivitasnya dianggap belum sepadan dan menjadikannya salah satu pemain dengan bayaran tidak seimbang di liga saat ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow