Dejan Savicevic Kenang Franco Baresi dan Kekecewaan Tanpa Gelar Ballon d'Or

Smallest Font
Largest Font

Dejan Savicevic mengenang Franco Baresi, legenda AC Milan yang baru meninggal dunia pada usia 66 tahun, sebagai kapten dan pemain luar biasa yang tak pernah meraih Ballon d'Or dalam kariernya, seperti dilansir dari Bola.

Savicevic menyatakan kekecewaannya karena Baresi tidak pernah mendapatkan penghargaan individu bergengsi itu, yang menurutnya lebih disebabkan oleh pilihan para jurnalis pemberi suara.

Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Savicevic menyebut Baresi sebagai pribadi dan pemain hebat dengan pemahaman sepak bola yang luar biasa dan visi permainan yang tajam.

"Dia orang yang hebat, rekan setim yang luar biasa, dan pemain yang fantastis. Sepak bola mengalir dalam dirinya. Dia memahami segalanya dan memiliki visi permainan yang luar biasa," ujar Savicevic.

Savicevic juga mengenang atmosfer San Siro yang penuh semangat dengan nyanyian "C'è solo un capitano" untuk Baresi, yang selalu memberikan dorongan bagi para pemain Milan.

Menurut Savicevic, Baresi sejajar dengan Franz Beckenbauer sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa, dan bersama Paolo Maldini, mereka adalah dua bek terbaik yang pernah ada.

"Baresi seperti Beckenbauer. Dia dan Paolo Maldini adalah yang terbaik di dunia. Franco memenangkan begitu banyak trofi dan sebenarnya masih bisa meraih lebih banyak lagi," kata Savicevic.

Savicevic mengungkapkan kekecewaannya atas fakta Baresi tidak pernah meraih Ballon d'Or, bahkan menyalahkan para jurnalis yang memilih pemenang.

"Bagaimana mungkin mereka tidak memberikan Ballon d'Or kepada Baresi? Itu salah kalian," kata Savicevic sambil menyinggung para jurnalis.

Ia menambahkan bahwa pemain Belanda di AC Milan lebih sering mendapatkan pengakuan, meskipun Baresi adalah sosok fenomenal yang berbeda.

"Dengan segala hormat kepada Frank Rijkaard, kita berbicara tentang gelandang yang bagus. Tetapi Baresi adalah sesuatu yang berbeda. Dia fenomena. Jangan bicara kepada saya soal Ballon d'Or karena itu membuat saya kesal," tegasnya.

Sepanjang sejarah, hanya tiga bek yang pernah memenangkan Ballon d'Or, yaitu Franz Beckenbauer, Matthias Sammer, dan Fabio Cannavaro.

Selain kehebatan bermain, Savicevic mengenang Baresi sebagai sosok pemimpin yang selalu mendukung rekan setim, termasuk dirinya saat menghadapi masa sulit awal karier di Milan.

"Dia memeluk saya dan berkata, 'Bersabarlah. Di sini banyak pemain hebat. Kamu berada di Milan, tempat terbaik untuk bermain. Jangan marah dan jangan menyerah'," kenang Savicevic.

Sikap tenang, rendah hati, dan kepemimpinan alami membuat Baresi tidak hanya dikenang sebagai bek terbaik, tetapi juga sebagai sosok yang dicintai oleh seluruh rekan setimnya.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow