Federasi Sepak Bola Palestina Kritik FIFA atas Standar Ganda dan Kontroversi Komersialisasi
Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) mengeluarkan pernyataan tegas mengkritik FIFA terkait standar ganda dan kontroversi komersialisasi Piala Dunia, di tengah konflik yang terjadi di Gaza, pada Senin (3/8/2026), dilansir dari Bola.
PFA menyebut lebih dari 1.013 anggota komunitas sepak bola Palestina telah meninggal dunia akibat konflik, dengan kerusakan besar pada infrastruktur dan penghentian semua kompetisi domestik. Mereka juga menyoroti ketidakmampuan tim nasional Palestina untuk bermain di kandang seperti 210 anggota FIFA lainnya.
"Tim nasional kami tidak dapat menikmati kebebasan dan kebanggaan seperti yang dirasakan 210 anggota FIFA lainnya untuk bermain di kandang sendiri," ujar Federasi Sepak Bola Palestina.
PFA menilai FIFA menerapkan standar ganda dengan membiarkan klub berbasis di permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki tetap berkompetisi di bawah Federasi Sepak Bola Israel. Mereka mengkritik penundaan keputusan FIFA yang justru membuat jumlah klub tersebut bertambah.
"Diam ketika sebuah genosida berlangsung secara terbuka sama saja dengan keterlibatan," tegas PFA dalam pernyataan resmi.
Selain itu, PFA menyoroti kontroversi rencana pembentukan perusahaan komersial FIFA Forward Enterprises (FFE) yang akan menjual sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia kepada investor swasta, yang akhirnya dibatalkan akibat protes publik.
"Banyak pihak kini mempertanyakan arah komersial FIFA dan apakah aset terbesar sepak bola pantas diperlakukan sebagai instrumen finansial. Itu adalah kekhawatiran yang sah," kata PFA.
Mereka menegaskan fokus saat ini bukan hanya pada siapa yang akan memimpin FIFA, tetapi apakah organisasi tersebut mampu menegakkan prinsip, transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola demokratis tanpa tekanan politik.
"Perhatian kami bukan siapa yang memimpin FIFA. Perhatian kami adalah apakah FIFA kembali siap memimpin berdasarkan prinsip," ujar Federasi Sepak Bola Palestina.
PFA menutup pernyataan dengan menegaskan bahwa kredibilitas sepak bola dunia sedang dipertaruhkan dan sejarah akan menilai FIFA berdasarkan keberanian menegakkan prinsip saat menghadapi situasi kritis.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow