FIFA Batalkan Penjualan Hak Komersial Piala Dunia Setelah Penolakan

Smallest Font
Largest Font

FIFA membatalkan rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia pada Sabtu, 1 Agustus 2026, setelah mendapat penolakan luas dari asosiasi anggota dan konfederasi sepak bola di seluruh dunia.

Proposal tersebut mengundang investor eksternal untuk memiliki saham minoritas di anak perusahaan baru FIFA, FIFA Forward Enterprise (FFE), dengan imbalan dana hingga 30,1 juta poundsterling bagi masing-masing dari 211 asosiasi anggota FIFA.

Rencana ini memicu reaksi keras dari berbagai konfederasi, dengan UEFA menjadi yang pertama mengancam akan memboikot Piala Dunia jika proposal tetap dijalankan. Ancaman serupa juga datang dari Concacaf dan AFC.

Kontroversi ini juga menyebabkan gejolak di internal FIFA, termasuk pengunduran diri penasihat senior Gianni Infantino, Carlos Cordeiro, yang menyebut proposal tersebut sebagai kesepakatan buruk bagi sepak bola. COO FIFA, Kevin Lamour, juga dikabarkan mengancam mundur karena merasa dibohongi oleh Infantino.

Meski proposal dibatalkan, UEFA menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap Infantino dan mengkritik skema itu sebagai kesepakatan murahan yang dilakukan secara tertutup. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menyerukan peninjauan menyeluruh terhadap kepemimpinan FIFA.

Mantan Ketua FA, David Bernstein, menyatakan masa depan Presiden FIFA bergantung pada dukungan dari asosiasi anggota.

"Dalam organisasi yang normal, jika dia harus mundur karena persoalan sebesar ini, kemungkinan besar dia akan disingkirkan. Namun FIFA bukan organisasi yang normal. Jika dia mendapat dukungan dari cukup banyak asosiasi nasional, dia akan tetap bertahan," ujar Bernstein.

Koresponden olahraga Sky News, Rob Harris, melaporkan bahwa upaya untuk menggulingkan Infantino mulai menguat.

Berdasarkan Statuta FIFA, ada tiga mekanisme yang dapat mengakhiri masa jabatan Presiden FIFA, yaitu mosi tidak percaya oleh 20 persen anggota FIFA atau 43 asosiasi, investigasi Komite Etik FIFA terhadap dugaan pelanggaran kode etik, dan kekalahan dalam pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan Maret 2027.

Komite Etik FIFA dapat menjatuhkan sanksi jika terbukti pelanggaran, termasuk larangan beraktivitas di sepak bola, namun opsi ini dianggap kecil kemungkinannya karena belum ada dugaan pelanggaran etik yang jelas.

Infantino dijadwalkan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan Presiden FIFA Maret 2027, dan masa jabatannya akan berakhir jika mayoritas anggota Kongres FIFA memilih kandidat lain.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed