FIGC Berupaya Datangkan Pep Guardiola sebagai Pelatih Timnas Italia
Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malago, mengungkapkan adanya pengecualian finansial untuk mewujudkan peluang mendatangkan Pep Guardiola sebagai pelatih Timnas Italia, dilansir dari Bola.
Guardiola meninggalkan Manchester City setelah 10 tahun di akhir musim lalu dan menyatakan ingin beristirahat sejenak dari dunia kepelatihan. Dalam beberapa hari terakhir, delegasi FIGC bertolak ke Barcelona untuk bertemu dan membujuk Guardiola menangani Timnas Italia.
Malago mengonfirmasi bahwa FIGC telah mengambil sejumlah langkah khusus dalam upaya tersebut. "Kami tidak bisa memastikan ini akan terwujud, tetapi saya rasa membuka dialog dan mempertahankannya tetap berjalan adalah langkah yang tepat dan penting," ujar Malago.
Meski berdialog dengan Guardiola, Malago menegaskan hal ini bukan berarti mengabaikan kandidat lain yang sudah masuk proses. "Pembicaraan ini sama sekali bukan bentuk kurangnya rasa hormat kepada kandidat lain yang sudah kami ajak berdiskusi. Menambahkan satu nama lagi tidak akan mengurangi proses yang sedang berjalan," katanya.
Malago juga menyebut ada pertimbangan anggaran dalam pencarian pelatih baru. "Dalam jangka pendek hingga menengah, mengatakan bahwa kami harus berhemat saja masih kurang menggambarkan situasinya. Namun, ada beberapa pengecualian yang dibuat, dan itu mungkin berkaitan dengan nama yang saat ini paling banyak dibicarakan," tambahnya. Ketika ditanya apakah nama tersebut Guardiola, Malago menjawab singkat, "Ya."
Selain Guardiola, dua nama lain yang masuk bursa pelatih Timnas Italia adalah Roberto Mancini dan Andrea Pirlo.
Guardiola sendiri belum memastikan menerima tawaran FIGC karena sebelumnya telah menyatakan tidak akan melatih dalam waktu dekat setelah berpisah dengan Manchester City. "Saya belum punya rencana untuk melatih dalam waktu dekat. Kalau tidak, saya masih berada di sini.
Saya perlu mengambil langkah mundur. Saya tidak akan melatih untuk sementara waktu," ujarnya.
Dia merasa tidak memiliki energi yang dibutuhkan untuk tuntutan sebagai pelatih setiap hari. "Saya merasa tidak akan memiliki energi setiap hari dengan ekspektasi untuk bersaing memperebutkan gelar. Saya mengenal diri saya sendiri. Saya memang memiliki energi itu, tetapi saya merasa nantinya tidak akan memilikinya," ungkap Guardiola.
Pelatih berusia 55 tahun itu juga ingin memanfaatkan waktu untuk kehidupan pribadi. "Ada banyak hal yang belum sempat saya lakukan. Ayah saya masih hidup dan saya ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya.
Begitu juga dengan anak-anak saya. Masih banyak hal yang ingin saya lakukan sebagai manusia. Saya beruntung bisa menentukan pilihan sendiri, karena itulah saya mengambil keputusan ini," tuturnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow