Gerakan RMS Tetapkan Tujuan Kemerdekaan Maluku Selatan 2026
Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) menetapkan tujuan kemerdekaannya sejak proklamasi pada 25 April 1950 di Ambon sebagai reaksi atas pembubaran Negara Indonesia Timur dan keinginan mendirikan negara merdeka terpisah dari Indonesia.
Gerakan ini dipimpin tokoh utama Dr. Christian Robert Steven Soumokil dan J.H. Manuhutu dengan wilayah dasar yang mencakup pulau Ambon, Seram, dan Buru. Pemerintah Indonesia mengambil kembali kendali Ambon pada November 1950, namun konflik militer di pulau Seram berlanjut hingga Desember 1963.
Setelah gerakan RMS lumpuh di dalam negeri, pemerintahan RMS berdiri di pengasingan di Belanda sekitar tahun 1966. Pada periode yang sama, Dr. Chris Soumokil dieksekusi oleh militer Indonesia. Pada April 2010, John Wattilete dilantik sebagai ketua pemerintahan RMS pengasingan.
Sejarah Pembentukan dan Proklamasi RMS
Gerakan RMS lahir dari ketidakpuasan atas integrasi Maluku ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama setelah pembubaran Negara Indonesia Timur. Sejak masa kolonial Belanda, struktur adat dan politik asli Maluku telah dihancurkan oleh VOC pada 1621, meninggalkan dampak jangka panjang bagi masyarakat setempat.
Tujuan Kemerdekaan dan Eksploitasi Sumber Daya Alam
Tujuan utama RMS adalah mendirikan negara merdeka yang terpisah dari Indonesia. Hal ini didorong oleh pandangan adanya eksploitasi sumber daya alam Maluku seperti tebu, kopi, dan rempah-rempah dengan upah rendah bagi petani pribumi. RMS menggunakan bendera biru putih dengan lambang bintang kuning sebagai simbol perjuangan kemerdekaan.
Perjuangan dan Konflik Militer RMS
Setelah proklamasi RMS pada 25 April 1950, pemerintah Indonesia menguasai Ambon kembali pada November 1950, tetapi konflik bersenjata berlanjut di pulau Seram hingga Desember 1963. Pada 1966, gerakan RMS di dalam negeri lumpuh setelah eksekusi Dr. Soumokil dan penguasaan militer Indonesia.
Selanjutnya, pemerintahan RMS beroperasi di pengasingan di Belanda. John Wattilete menjadi ketua pemerintahan pengasingan sejak April 2010, menjaga aspirasi kemerdekaan RMS tetap hidup di luar negeri.
Simbol dan Pemerintahan RMS Pengasingan
Bendera RMS dengan warna biru putih dan bintang kuning menjadi identitas perjuangan. Pemerintahan pengasingan RMS di Belanda berperan melanjutkan tujuan kemerdekaan meski secara fisik sudah tidak berpengaruh di tanah Maluku.
| Peristiwa | Tanggal | Lokasi | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Proklamasi Kemerdekaan RMS | 25 April 1950 | Ambon | Deklarasi pembentukan negara merdeka |
| Penguasaan Ambon oleh Indonesia | November 1950 | Ambon | Ambon direbut kembali oleh pemerintah RI |
| Konflik di Pulau Seram | hingga Desember 1963 | Seram | Perlawanan bersenjata RMS berlanjut |
| Pemerintahan RMS Pengasingan berdiri | sekitar 1966 | Belanda | Kelanjutan perjuangan dari luar negeri |
| Eksekusi Dr. Soumokil | 1966 | Indonesia | Tokoh utama RMS dihukum mati |
- Tujuan utama RMS adalah kemerdekaan Maluku Selatan dari Indonesia.
- Gerakan ini berakar dari ketidakpuasan atas pembubaran Negara Indonesia Timur dan eksploitasi sumber daya alam.
- Konflik militer berlangsung lama hingga awal 1960-an di Maluku.
- Pemerintahan RMS berlanjut di pengasingan Belanda hingga sekarang.
"Tujuan gerakan RMS adalah mendirikan negara merdeka yang terpisah dari Indonesia karena ketidakpuasan atas integrasi dan eksploitasi sumber daya," ujar narasumber dari studiobelajar.com.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow