Hero Global Investment Catat Kenaikan Laba dan Pendapatan Semester I 2026
PT Hero Global Investment Tbk (HGII) mencatat kenaikan laba bersih menjadi Rp11,58 miliar pada semester I 2026, meningkat 3,13 persen dibanding periode sama 2025, dilansir dari Suara. Pendapatan perusahaan juga naik 3,4 persen menjadi Rp36,86 miliar, seiring dengan profitabilitas dan struktur keuangan yang sehat. Meskipun laba bersih dan pendapatan meningkat, laba kotor turun 2,6 persen menjadi Rp28,10 miliar karena tekanan beban pokok pendapatan.
HGII mempertahankan rasio utang terhadap ekuitas yang rendah, hanya 0,11 kali, serta mencatat margin laba bersih 31,4 persen dan margin laba kotor 76,2 persen.
Direktur Utama HGII Robin Sunyoto mengatakan, "Momentum transisi energi nasional yang terus menguat membuka peluang besar bagi pelaku usaha pembangkit tenaga air. Kami melihat kinerja Semester I 2026 ini sebagai fondasi yang kuat untuk terus berkontribusi pada bauran energi terbarukan nasional, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah." Robin menilai penguatan sektor energi terbarukan di Indonesia menjadi peluang bagi perusahaan mengembangkan bisnis pembangkit listrik tenaga air yang efisien dan memiliki kepastian pendapatan jangka panjang melalui skema Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN.
Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral per April 2026 menunjukkan bauran energi baru terbarukan (EBT) mencapai 17,89 persen dari kapasitas pembangkit nasional, sesuai target pemerintah, sementara pembangkit fosil masih dominan dengan 56 persen kontribusi. HGII melihat pembangkit tenaga air menyumbang sekitar 7 persen dari kapasitas nasional, menandakan potensi besar untuk pertumbuhan bisnis energi hidro di Indonesia.
Percepatan pembangunan proyek pembangkit listrik dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 juga mendorong optimisme sektor ketenagalistrikan. PT PLN melaporkan 40 persen proyek RUPTL sudah dalam tahap eksekusi hingga pertengahan 2026, dengan 143 proyek beroperasi secara komersial dan kapasitas tambahan 4.541 megawatt. Realisasi pembangunan pembangkit hingga Juni 2026 mencapai 5,2 gigawatt, melebihi target awal 4,2 gigawatt, menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pengembangan energi bersih, menurut penilaian HGII.
HGII menegaskan pembangkit listrik tenaga air tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan bisnis energi terbarukan di masa depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow