PT Wijaya Karya Tunda Pembayaran Imbal Hasil Dua Obligasi karena Keterbatasan Kas
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menunda pembayaran imbal hasil surat utang Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2021 dan Tahap II Tahun 2022 karena keterbatasan kas bebas, seperti dilansir dari Suara pada 2 Agustus 2026.
Keterbatasan kas ini dipicu oleh tekanan usaha akibat penurunan pangsa pasar dan efisiensi anggaran pemerintah sejak pertengahan 2024. Kontrak berjalan menurun 29 persen dari kuartal II 2024 hingga kuartal II 2026 dan penjualan turun 17 persen, menyebabkan WIKA kesulitan membayar pokok dan bunga obligasi serta bagi hasil sukuk.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menjelaskan sejumlah kewajiban yang akan jatuh tempo dalam beberapa bulan ke depan termasuk pembayaran pokok Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2021 Seri B dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2021 Seri B pada 8 September 2026, serta pembayaran bunga dan bagi hasil sukuk pada Agustus dan September 2026.
Ngatemin menyatakan, "Kondisi itu menyebabkan kontrak berjalan turun 29 persen sepanjang kuartal II 2024 hingga kuartal II 2026 dan berdampak pada penurunan penjualan sebesar 17 persen. Akibatnya, perusahaan mengalami keterbatasan kas bebas (unrestricted cash) untuk membayar pokok dan bunga obligasi serta pendapatan bagi hasil sukuk."
Meski demikian, WIKA mengklaim transformasi bisnis yang dilakukan telah memberi hasil positif pada bisnis inti, meskipun pemulihan kondisi keuangan menyeluruh masih memerlukan waktu dan dukungan pemangku kepentingan.
WIKA telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat Umum Pemegang Sukuk Mudharabah (RUPSU) pada 27–31 Juli 2026 dengan agenda meminta persetujuan penyesuaian jadwal jatuh tempo pokok obligasi dan sukuk serta pembayaran bunga dan bagi hasil.
Namun, belum seluruh pemegang obligasi dan sukuk menyetujui usulan restrukturisasi tersebut.
Ngatemin menambahkan, "Karena itu, WIKA menyatakan perlu melakukan penangguhan pembayaran pokok dan bunga obligasi serta pendapatan bagi hasil sukuk sesuai jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya."
Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2021 Seri B memiliki nilai emisi Rp197 miliar, diterbitkan 9 September 2021 dengan kupon tetap 8,55 persen per tahun yang dibayarkan tiap tiga bulan, dan akan jatuh tempo pokoknya pada 8 September 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow