Makna Kalimat Kedua Sumpah Pemuda sebagai Simbol Persatuan Bangsa

Smallest Font
Largest Font

Pada 28 Oktober 1928 di Batavia, kini Jakarta, Sumpah Pemuda diikrarkan oleh para pemuda yang berasal dari berbagai daerah dan suku di Indonesia. Salah satu kalimat penting dalam isi sumpah ini adalah kalimat kedua yang menyatakan "Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia." Kalimat ini mengandung makna pengakuan akan satu bangsa yang bersatu dari berbagai perbedaan suku dan latar belakang.

Kalimat kedua Sumpah Pemuda menjadi simbol pengakuan atas keberagaman etnis yang bersatu dalam satu bangsa Indonesia. Hal ini menandai kesadaran kolektif para pemuda bahwa bangsa Indonesia bukan hanya terdiri dari berbagai suku dan budaya, tetapi mereka mengakui diri sebagai satu bangsa yang tidak terpecah. Sri Sudarmiyatun, penulis buku "Makna Sumpah Pemuda" (2012), menjelaskan bahwa kalimat ini mengandung arti bahwa keberagaman suku menjadi tiang utama persatuan bangsa.

Menurut Momon Abdul Rahman dalam bukunya "Sumpah Pemuda, Latar Sejarah dan Pengaruhnya bagi Pergerakan Nasional" (2008), pengakuan ini menjadi langkah penting dalam mengatasi perbedaan bahasa dan budaya yang sebelumnya menjadi hambatan komunikasi antar suku, sehingga bahasa Indonesia dijadikan bahasa persatuan.

Sejarah dan Konteks Kongres Pemuda 1928

Kongres Pemuda Kedua yang berlangsung pada 27-28 Oktober 1928 diadakan di Indonesische Clubgebouw, Batavia. Kongres ini dihadiri oleh perwakilan pemuda dari beragam perhimpunan seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, dan Jong Islamieten Bond. Ketua kongres saat itu adalah Sugondo Djojopuspito dari PPPI. Pada kongres inilah Sumpah Pemuda yang terdiri dari tiga kalimat penting diikrarkan sebagai bentuk solidaritas dan identitas nasional pemuda Indonesia.

Isi Lengkap Sumpah Pemuda

Isi Sumpah Pemuda terdiri dari tiga kalimat utama:

  • Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
  • Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  • Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Peran dan Pentingnya Kalimat Kedua

Kalimat kedua bukan hanya menjadi pengakuan identitas bangsa, tetapi juga menjadi fondasi persatuan nasional yang menjadi dasar perjuangan kemerdekaan. Dengan mengakui satu bangsa, para pemuda menolak perpecahan berdasarkan suku dan etnis yang bisa melemahkan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Hal ini masih relevan hingga kini dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman budaya dan suku di Indonesia. Kesadaran tersebut menjadi kunci dalam membangun rasa kebangsaan yang kuat di antara warga negara Indonesia.

Makna dan Arti Penting Sumpah Pemuda bagi Bangsa Indonesia | Sudut Dakwah Islam

Konteks Aktual dan Relevansi

Memperingati Sumpah Pemuda pada 24 Agustus 2026, makna kalimat kedua tetap menjadi pengingat pentingnya persatuan bangsa Indonesia. Di tengah tantangan globalisasi dan perbedaan yang semakin kompleks, pengakuan bahwa Indonesia adalah satu bangsa menjadi pondasi penting dalam menjaga keutuhan NKRI.

Menurut laporan Tirto.id, penguatan nilai persatuan dari kalimat kedua ini terus didorong melalui pendidikan dan kebijakan nasional demi menghindari disintegrasi sosial dan menjaga semangat kebangsaan.

Data Pendukung dan Fakta Sejarah

AspekData/Fakta
Tanggal Pengikraran28 Oktober 1928
LokasiIndonesische Clubgebouw, Batavia (Jakarta)
Kongres Pemuda27-28 Oktober 1928
Ketua KongresSugondo Djojopuspito (PPPI)
Perhimpunan PesertaJong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, dan lainnya

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed