Malaysia Incar Hajime Moriyasu Jadi Pelatih Timnas Baru

Author Image

Mais Nurdin

17 Oktober 2026, 09:00 WIB

Dunia sepak bola Asia Tenggara kembali diguncang oleh kabar ambisius dari negeri jiran, Malaysia. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dilaporkan tengah membidik nama besar untuk mengisi kursi pelatih kepala Tim Nasional Malaysia, dan nama yang muncul ke permukaan bukanlah sosok sembarangan, yakni Hajime Moriyasu. Pelatih yang saat ini masih menukangi Tim Nasional Jepang tersebut masuk dalam radar perburuan untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Kim Pan-gon beberapa waktu lalu.

Langkah berani ini menunjukkan keinginan kuat dari otoritas sepak bola Malaysia untuk meningkatkan level permainan tim nasional mereka, yang dikenal dengan julukan Harimau Malaya, agar mampu bersaing di level tertinggi Benua Asia. Hajime Moriyasu dianggap sebagai sosok ideal yang memiliki rekam jejak teruji dalam membangun fondasi tim yang solid serta memiliki visi taktis yang sangat modern. Ketertarikan Malaysia ini pun menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola, mengingat status Moriyasu sebagai salah satu pelatih terbaik di Asia saat ini.

Ambisi Besar FAM dan Pencarian Sosok Pemimpin

Setelah pengunduran diri Kim Pan-gon yang mengejutkan, Timnas Malaysia saat ini berada di bawah arahan pelatih sementara atau interim, Pau Marti Vicente. Meskipun Pau Marti telah memberikan beberapa hasil positif, FAM tampaknya tetap menginginkan sosok pelatih tetap yang memiliki profil dunia untuk memimpin proyek jangka panjang mereka. Target utamanya adalah membawa Malaysia menembus jajaran elit Asia dan bersaing secara kompetitif dalam kualifikasi Piala Dunia di masa mendatang.

Keputusan untuk mengincar Hajime Moriyasu didasari oleh pengamatan mendalam terhadap transformasi yang dilakukan sang pelatih bersama tim Samurai Biru. Di bawah asuhan Moriyasu, Jepang tidak hanya mendominasi di kawasan Asia, tetapi juga mampu memberikan perlawanan sengit terhadap tim-tim raksasa dunia. Ambisi FAM ini sejalan dengan tren di Asia Tenggara, di mana negara-negara tetangga seperti Indonesia dan Vietnam juga telah berinvestasi besar pada pelatih-pelatih berkualitas internasional untuk mendongkrak prestasi mereka di kancah global.

Pihak FAM menyadari bahwa untuk mencapai level tersebut, dibutuhkan perubahan fundamental dalam sistem kepelatihan dan mentalitas pemain. Moriyasu dikenal sebagai pelatih yang sangat disiplin dan memiliki kemampuan luar biasa dalam menganalisis kelemahan lawan. Kehadirannya diharapkan dapat membawa standar profesionalisme Jepang ke dalam ekosistem sepak bola Malaysia, mulai dari pengembangan pemain muda hingga strategi di tim senior.

Profil dan Kesuksesan Hajime Moriyasu bersama Jepang

Hajime Moriyasu bukanlah nama baru dalam kancah sepak bola internasional. Ia mulai mencuri perhatian dunia saat membawa Timnas Jepang tampil impresif di Piala Dunia 2022 Qatar. Di bawah arahannya, Jepang berhasil mengalahkan dua mantan juara dunia, Jerman dan Spanyol, di fase grup. Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa taktik Moriyasu mampu meredam dominasi tim-tim Eropa yang secara fisik dan sejarah lebih diunggulkan.

Selain prestasi di Piala Dunia, Moriyasu juga sukses membawa stabilitas bagi timnas Jepang. Ia berhasil mengintegrasikan pemain-pemain yang merumput di liga-liga top Eropa dengan pemain lokal dari J-League secara harmonis. Filosofi permainannya yang menekankan pada transisi cepat, disiplin posisi, dan kerja sama tim yang erat menjadi ciri khas yang ingin diadopsi oleh banyak negara Asia lainnya, termasuk Malaysia.

Sebelum menangani tim nasional, Moriyasu juga memiliki catatan gemilang di level klub bersama Sanfrecce Hiroshima, di mana ia berhasil meraih tiga gelar juara J1 League. Pengalaman panjangnya di berbagai level kompetisi menjadikannya sosok yang sangat matang secara taktis. Bagi Malaysia, mendapatkan tanda tangan Moriyasu akan menjadi sebuah pernyataan besar kepada dunia bahwa mereka serius ingin bangkit dari keterpurukan dan menjadi kekuatan baru di Asia Tenggara.

Tantangan Realistis dalam Mendatangkan Moriyasu

Meskipun minat Malaysia sangat besar, mendatangkan Hajime Moriyasu bukanlah perkara mudah. Ada beberapa tantangan besar yang harus dihadapi oleh FAM. Pertama adalah status kontrak Moriyasu dengan Federasi Sepak Bola Jepang (JFA). Saat ini, Moriyasu masih terikat kontrak jangka panjang yang diproyeksikan hingga Piala Dunia 2026. JFA sendiri tampaknya masih sangat mempercayai kepemimpinan Moriyasu untuk membawa Jepang melangkah lebih jauh di turnamen internasional mendatang.

Tantangan kedua adalah masalah nilai kontrak atau gaji. Sebagai pelatih elit di Asia, Moriyasu tentu memiliki nilai pasar yang sangat tinggi. FAM harus menyiapkan dana yang sangat besar jika ingin meyakinkan sang pelatih untuk pindah ke Kuala Lumpur. Selain itu, perbedaan level kompetisi antara Jepang dan Malaysia juga menjadi pertimbangan bagi pelatih sekaliber Moriyasu. Ia tentu akan mempertimbangkan apakah proyek yang ditawarkan Malaysia cukup menantang bagi karier profesionalnya.

Selain faktor finansial dan kontrak, infrastruktur dan kualitas liga domestik juga menjadi faktor penentu. Seorang pelatih hebat membutuhkan dukungan ekosistem yang baik untuk bisa bekerja maksimal. Oleh karena itu, jika FAM benar-benar ingin mendatangkan Moriyasu, mereka tidak hanya harus menyiapkan gaji yang besar, tetapi juga menjamin adanya perbaikan menyeluruh dalam manajemen tim nasional dan dukungan fasilitas yang memadai.

Dampak bagi Peta Kekuatan Sepak Bola Asia Tenggara

Jika rencana Malaysia ini benar-benar terwujud, hal ini dipastikan akan mengubah peta kekuatan sepak bola di Asia Tenggara (AFF). Persaingan antara Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Vietnam akan semakin sengit. Kehadiran pelatih kelas dunia seperti Moriyasu akan meningkatkan standar kompetisi di kawasan ini, yang pada akhirnya akan menguntungkan perkembangan sepak bola Asia Tenggara secara keseluruhan.

Langkah Malaysia ini juga bisa memicu negara-negara lain untuk melakukan hal serupa, yakni mencari pelatih-pelatih berkualitas dari negara-negara maju sepak bola seperti Jepang atau Korea Selatan. Fenomena “gelombang pelatih Asia Timur” di Asia Tenggara memang sedang marak, mengingat kesuksesan Shin Tae-yong bersama Indonesia dan sebelumnya Park Hang-seo bersama Vietnam. Moriyasu bisa menjadi pelengkap dari tren positif ini.

Pada akhirnya, publik sepak bola Malaysia kini tengah menanti kepastian dari rumor besar ini. Apakah FAM mampu mewujudkan mimpi mendatangkan Hajime Moriyasu, ataukah mereka akan beralih ke nama besar lainnya? Yang pasti, ambisi ini menunjukkan bahwa Malaysia tidak ingin lagi sekadar menjadi pelengkap di kancah sepak bola Asia, melainkan ingin menjadi salah satu aktor utama yang diperhitungkan.

Related Post