New South Wales Mulai Program Pembelian Kembali Senjata Pasca Penembakan Bondi
Negara Bagian New South Wales, Australia, akan memulai program pembelian kembali senjata pada 2 November 2026 sebagai respons atas penembakan yang menewaskan 15 orang di kawasan Bondi, Sydney, pada Desember tahun lalu, dilansir dari Bloombergtechnoz. Pemilik senjata di wilayah tersebut akan ditawari kompensasi hingga AUD$1.000 atau sekitar Rp12,5 juta untuk menyerahkan senapan, shotgun, dan pistol yang memenuhi syarat. Program ini dibiayai oleh pemerintah negara bagian bersama pemerintah federal. Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, menyatakan bahwa pemerintah ingin senjata tersebut diserahkan, pemilik menerima kompensasi, dan senjata itu dihancurkan dengan aman.
"Kami ingin senjata-senjata tersebut diserahkan, pemiliknya mendapat kompensasi, dan senjata itu dihancurkan dengan aman," ujar Chris Minns.
Chris Minns juga menambahkan bahwa kemungkinan ada ratusan ribu senjata api yang terdampak oleh perubahan ini di negara bagian dengan populasi terbesar di Australia tersebut. Program pembelian kembali senjata ini merupakan bagian dari perubahan aturan di Australia, yang membatasi jumlah senjata api yang boleh dimiliki seseorang dan mengklasifikasikan ulang banyak senjata.
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menegaskan pentingnya upaya untuk mencegah serangan teroris antisemit seperti yang terjadi di Bondi. "Kita harus melakukan segala upaya untuk memastikan serangan teroris antisemit di Bondi tidak terjadi lagi," ujar Anthony Albanese.
Upaya memperluas program pembelian kembali senjata menjadi program nasional terus didorong, salah satu rekomendasi dari komisi yang menyelidiki antisemitisme pada awal tahun ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow