Pelatih Persib Kritik Jadwal Padat Piala Presiden 2026 yang Abaikan Istirahat Pemain
Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengkritik jadwal padat Piala Presiden 2026 yang dianggapnya tidak memberikan waktu istirahat cukup bagi pemain. Ia menyoroti minimnya waktu pemulihan setelah pertandingan semifinal menuju final dan perebutan tempat ketiga.
Menurut Igor, tim-tim final hanya punya dua hari istirahat, sementara FIFA merekomendasikan minimal 72 jam pemulihan antar pertandingan untuk melindungi kesehatan fisik dan mental pemain. Persib sudah dipastikan lolos ke final setelah menang atas Persija Jakarta dan akan menghadapi Persebaya Surabaya.
"Dalam peraturan FIFA ada ketentuan minimal 72 jam istirahat antar pertandingan. Jadi, ini bersifat wajib. Ini adalah aturan yang dibuat untuk melindungi kesehatan fisik dan mental para pemain di seluruh dunia," ujar Igor Tolic dalam konferensi pers usai laga melawan Persija, dilansir dari Detik Health.
Igor berujar penting melindungi pemain dari risiko kesehatan serius akibat jadwal padat. "Bayangkan jika ada pemain yang terkena serangan jantung dalam pertandingan dua hari ke depan, siapa yang akan bertanggung jawab?" katanya.
Dokter spesialis jantung RS Universitas Indonesia, dr. Berlian Idris, SpJP, menjelaskan bahwa olahraga berat tanpa istirahat cukup dapat menyebabkan kelelahan jantung hingga risiko serangan jantung dan gangguan irama jantung yang berbahaya.
"Bila tidak diberikan waktu yang cukup untuk pulih, jantung dapat mengalami kelelahan, yang meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan atau gangguan irama jantung maligna yang bisa menyebabkan henti jantung," kata dr. Berlian, dilansir dari Detik Health.
Meski belum ada bukti ilmiah pasti terkait durasi istirahat minimal, dr. Berlian menilai penting mengikuti rekomendasi demi keselamatan medis pemain, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit jantung yang tak terdeteksi.
Ia mencontohkan kasus Christian Eriksen yang sempat mengalami henti jantung saat bertanding di Euro 2020 dan pada 2026, menegaskan pemeriksaan menyeluruh tidak selalu mendeteksi masalah jantung pada atlet profesional.
"Karena itu, penting bagi atlet agar mendapatkan waktu beristirahat yang cukup di antara pertandingan," tutup dr. Berlian.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow