Ekonom Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II-2026 Tertekan Pelemahan Ekspor
Ekonom menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 mencapai 5,29% mulai kehilangan salah satu penopang utama akibat pelemahan ekspor dan impor yang masih tinggi, dilansir dari Bloombergtechnoz. Kinerja ekspor pada periode tersebut hanya tumbuh 4,13%, sementara impor meningkat 8,82%, sehingga kontribusi ekspor neto terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi negatif sebesar 0,78%. Direktur Big Data Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto mengatakan, "Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini mulai kehilangan bantalan dari eksternal."
Menurut Eko, ekspor yang mengalami penurunan tajam berbanding terbalik dengan impor yang masih tumbuh tinggi sehingga ekspor neto menjadi beban bagi pertumbuhan ekonomi.
"Pertumbuhan ekspor anjlok cukup tajam, tetapi impornya masih tumbuh tinggi. Akibatnya net export membesar dan menggerus [sumber ekspor] ke pertumbuhan ekonomi menjadi negatif 0,78%," ujar Eko. Eko juga menilai daya saing Indonesia di pasar global mulai menurun, terutama dalam kemampuan mendorong ekspor. Pada kuartal II-2025, ekspor masih tumbuh dua digit sebesar 10,67% dengan impor naik 11%, sehingga kontribusi ekspor neto hanya negatif 0,02% yang belum signifikan.
"Kalau sektor eksternal ini bisa dijaga, pertumbuhan ekonomi kita sebenarnya bisa lebih tinggi," ucap Eko. Eko mengingatkan pemerintah untuk tidak terlena dengan capaian surplus neraca perdagangan yang selama ini menjadi penopang ekonomi nasional, karena surplus tersebut berbalik defisit pada Mei dan Juni 2026 setelah 72 bulan surplus beruntun sejak Mei 2020.
"Jadi kita enggak bisa lagi membanggakan-banggakan berapa puluh bulan mengalami surplus neraca perdagangan, dua bulan terakhir sudah defisit ya, mudah-mudahan kedepan kita dapat lagi," jelas Eko. Eko menegaskan bahwa pelemahan kontribusi sektor eksternal menandakan perlunya pemerintah memperkuat daya saing ekspor di tengah tantangan perdagangan global yang meningkat. Tanpa perbaikan pada sektor ekspor, pertumbuhan ekonomi Indonesia berisiko semakin bergantung pada konsumsi domestik dan belanja pemerintah sebagai motor utama perekonomian.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow