Peninggalan Zaman Mesolitikum Menunjukkan Kehidupan Manusia Purba di Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Peninggalan zaman Mesolitikum di Indonesia ditemukan di berbagai wilayah seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Flores, menunjukkan kehidupan manusia purba antara 10.000 hingga 5.000 SM. Penemuan ini memperlihatkan perkembangan kebudayaan manusia purba yang hidup di masa transisi antara Paleolitikum dan Neolitikum pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Peninggalan utama zaman Mesolitikum berupa alat-alat batu yang didominasi batu kasar dan tulang, seperti kapak genggam, kapak pendek, dan batu pipisan yang berfungsi sebagai alat penggiling. Selain itu, ditemukan juga sisa tumpukan sampah dapur berupa kulit siput dan kerang yang dikenal sebagai kjokkenmoddinger, yang tingginya dapat mencapai sekitar 7 meter dan sudah membatu sejak zaman tersebut.

Manusia purba zaman Mesolitikum di Indonesia diketahui tinggal di gua atau ceruk batu karang yang disebut abris sous roche. Lokasi abris sous roche ini tersebar di Gua Lawa dekat Sampung Ponorogo (Jawa Timur), Bojonegoro, Sulawesi Selatan, serta di Timor dan Rote. Tempat tinggal semi nomaden ini biasanya berada di tepi pantai, menandakan mereka mengandalkan sumber daya laut.

Alat-alat Batu dan Fungsinya

Alat peninggalan zaman Mesolitikum terdiri dari berbagai jenis yang memiliki fungsi berbeda-beda, antara lain:

  • Kapak genggam, terbuat dari batu kali pecah dengan kulit kasar sebagai pegangan, ditemukan di pantai timur Sumatera bagian utara.
  • Kapak pendek (hachecourt), lebih pendek dari kapak genggam, ditemukan oleh Von Stein Callenfels pada penelitian kjokkenmoddinger.
  • Batu pipisan, berbentuk persegi panjang dengan kaki, berfungsi sebagai alat penggiling, ditemukan di Situs Liyangan Temanggung dan beberapa lokasi lain di Jawa Tengah.
  • Ujung panah dan serpih-bilah dari batu kasar dan tulang, digunakan untuk berburu dan kegiatan sehari-hari.

Lokasi Penemuan Peninggalan

Selain alat-alat tersebut, tumpukan sampah dapur kjokkenmoddinger ditemukan di sepanjang pantai timur Sumatera dari Langsa (Aceh) hingga Medan (Sumatera Utara). Gua dan ceruk batu karang abris sous roche yang menjadi tempat tinggal manusia purba tersebar di beberapa wilayah Indonesia seperti Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Konteks Kebudayaan dan Kehidupan Manusia Purba

Zaman Mesolitikum merupakan masa peralihan yang menandai perubahan pola kehidupan manusia purba dari berburu dan meramu secara nomaden menuju kehidupan yang lebih menetap dengan mulai mengenal bercocok tanam dan memelihara hewan. Namun, manusia pada masa ini masih mengandalkan alat-alat batu kasar dan tulang yang sederhana.

Menurut laporan Kompas, peninggalan zaman Mesolitikum menunjukkan manusia purba sudah mulai mengembangkan teknik pembuatan alat yang lebih halus dan beragam, termasuk alat-alat dari tanduk rusa. Tradisi pembuatan alat Mesolitikum di Indonesia terbagi dalam beberapa kelompok seperti serpih-bilah, alat tulang, serta kapak genggam Sumatra yang dikenal sebagai Sumatralith.

"Temuan ini penting untuk memahami bagaimana manusia purba di Indonesia beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan memulai proses perkembangan kebudayaan yang lebih maju," ujar seorang arkeolog dari lembaga penelitian sejarah.

Peran Peninggalan dalam Studi Sejarah

Peninggalan zaman Mesolitikum memberikan gambaran jelas tentang ciri-ciri zaman Mesolitikum di Indonesia dan kehidupan manusia purba yang hidup di mana mereka memanfaatkan sumber daya alam sekitar untuk bertahan hidup. Studi lanjutan terhadap peninggalan ini diharapkan dapat membuka wawasan lebih mendalam tentang transisi budaya manusia dari zaman batu tengah menuju zaman batu baru.

Peninggalan zaman mesolitikum | XAVIOR
Jenis PeninggalanLokasi PenemuanFungsi
Kapak GenggamPantai Timur Sumatera UtaraAlat potong dan pemotong
Kapak Pendek (Hachecourt)Kjokkenmoddinger SumateraAlat potong lebih pendek
Batu PipisanSitus Liyangan, Jawa TengahAlat penggiling
Kjokkenmoddinger (Tumpukan Sampah Dapur)Pantai Timur SumateraMenunjukkan pola makan dan aktivitas manusia
Abris Sous Roche (Gua dan Ceruk Batu)Jawa Timur, Sulawesi Selatan, TimorTempat tinggal manusia purba semi nomaden

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed