Piala Presiden 2026 Naikkan Hadiah Jelang Final di Gianyar
Piala Presiden 2026 memasuki tahap akhir dengan final dan perebutan tempat ketiga dijadwalkan pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Persib Bandung akan menghadapi Persebaya Surabaya di laga final, sementara Arema FC berhadapan dengan Persija Jakarta untuk memperebutkan posisi ketiga, dilansir dari Bola.
Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, mengumumkan kenaikan hadiah untuk posisi kedua hingga keempat sehari sebelum final. Hadiah juara kedua naik Rp 500 juta menjadi Rp 3,5 miliar, juara ketiga menjadi Rp 2,5 miliar, dan juara keempat menjadi Rp 1,5 miliar.
Sebelumnya, hadiah juara pertama sudah dinaikkan dari Rp 6 miliar menjadi Rp 8 miliar. Kenaikan ini didukung oleh minat sponsor yang mencapai Rp 100 miliar untuk turnamen pramusim tersebut.
Persib lolos ke final setelah mengalahkan Persija 2-1 di semifinal, sedangkan Persebaya menang 1-0 atas Arema FC untuk melaju ke partai puncak.
Persebaya belum pernah menjuarai Piala Presiden, sedangkan Persib sudah memiliki satu gelar yang diraih pada 2015, menjadi referensi penting bagi perjalanan Maung Bandung menuju final.
Maruarar Sirait mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat dan mengakui masih ada kekurangan dalam penyelenggaraan, namun panitia berkomitmen memberikan yang terbaik untuk kemajuan sepak bola nasional.
"Tidak ada yang sempurna selain Tuhan. Namun, kami percaya telah berusaha memberikan yang terbaik yang kami bisa. Semua kami dedikasikan untuk Republik Indonesia, rakyat, dan dunia sepak bola Indonesia," ujar Maruarar.
Ia menegaskan penyelenggaraan Piala Presiden mengedepankan profesionalisme dan transparansi, dengan audit keuangan oleh PricewaterhouseCoopers (PwC) serta tanpa menggunakan dana APBN atau BUMN.
Turnamen juga menjadi wadah pemberdayaan UMKM dengan kurasi tenant di area stadion dan kesempatan berjualan gratis bagi pelaku usaha terpilih.
"Kami berharap ada UMKM yang naik kelas melalui turnamen ini. Kami juga memperhatikan pengelolaan sampah dengan bekerja sama bersama komunitas dan masyarakat," tambah Maruarar.
Seluruh capaian penyelenggaraan diukur secara profesional dengan data rating berdasarkan Nielsen dan laporan keuangan diaudit PwC, memastikan transparansi dan akuntabilitas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow