Presiden FIFA Gianni Infantino Minta Maaf atas Kontroversi Penjualan Hak Komersial Piala Dunia
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan permintaan maaf terbuka atas polemik rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia melalui pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), seperti dilansir dari Bola.
Surat permintaan maaf itu ditandatangani bersama Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, setelah rapat darurat yang digelar di Rabat, Maroko.
Infantino mengakui adanya kesalahan dalam proses, terutama setelah dokumen proposal bocor ke media. "Kami mengakui kesalahan juga terjadi setelah proposal tersebut bocor ke media. Kami dengan tulus meminta maaf atas kesalahan itu dan berkomitmen agar hal seperti ini tidak terjadi lagi," ujar Infantino dalam surat resminya.
FIFA memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengambilan keputusan terkait proposal tersebut dan hasilnya akan dipresentasikan dalam pertemuan Dewan FIFA berikutnya untuk perbaikan tata kelola organisasi.
Kontroversi bermula saat FIFA mengusulkan pembentukan FFE, perusahaan yang akan mengelola aspek komersial dan operasional turnamen FIFA, termasuk rencana menjual 20 persen saham kepada investor swasta.
Usulan ini memicu penolakan keras dari sejumlah konfederasi seperti UEFA, CONCACAF, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). UEFA bahkan mengancam memboikot seluruh kompetisi FIFA jika proyek dijalankan.
Tekanan yang meningkat akhirnya membuat FIFA membatalkan rencana tersebut, namun krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino terus berlanjut.
Meski mendapat desakan mundur, surat usai rapat darurat menegaskan dukungan penuh terhadap Infantino. Mattias Grafstrom dan Dewan Manajemen FIFA menyatakan tetap berada di belakang presiden dan berharap organisasi dapat memulihkan kepercayaan publik.
FIFA menegaskan pembatalan proyek FFE menjadi akhir polemik dan organisasi tidak akan mentoleransi serangan terhadap integritas lembaga. "Proposal FFE tidak melanggar aturan yang berlaku," bunyi surat tersebut.
Walaupun mendapat dukungan pimpinan FIFA, posisi Infantino belum sepenuhnya aman. UEFA dan CONCACAF masih vokal meminta pergantian kepemimpinan FIFA.
Sesuai mekanisme, sedikitnya 106 asosiasi anggota harus mendukung mosi untuk memberhentikan presiden FIFA. Hingga kini, jumlah tersebut belum terpenuhi, namun dinamika politik sepak bola internasional diperkirakan akan terus berkembang beberapa pekan ke depan.
Permintaan maaf Infantino diharapkan menjadi langkah awal meredakan krisis sekaligus mengembalikan fokus FIFA pada pengembangan sepak bola global setelah polemik yang mengguncang organisasi tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow