Samsung Hentikan Produksi Galaxy Note 7 Setelah Kasus Ledakan Baterai
Samsung menghentikan produksi dan penjualan Galaxy Note 7 secara permanen pada 11 Oktober 2016 setelah kasus baterai yang mudah terbakar dan meledak terjadi di berbagai negara termasuk Australia. Keputusan ini diambil menyusul insiden ledakan yang menyebabkan kerusakan dan potensi bahaya keselamatan pengguna.
Samsung mengumumkan bahwa masalah Galaxy Note 7 berasal dari dua jenis baterai dengan desain berbeda yang sama-sama bermasalah. Baterai batch pertama, yang diproduksi oleh Samsung SDI, memiliki desain yang menyebabkan korsleting karena casing baterai terlalu kecil dan elektroda negatif menekan casing, terutama di pojok kanan atas. Sementara itu, baterai batch kedua, diproduksi oleh Amperex Technology, mengalami cacat manufaktur berupa pengelasan tidak sempurna yang juga memicu korsleting.
Galaxy Note 7 menggunakan baterai lithium-polymer dengan desain "jelly-roll" yang tipis, namun penempatan pelat isolasi baterai terlalu dekat dengan pinggir casing sehingga menimbulkan tekanan berlebih dan risiko korsleting. Fitur layar lengkung simetris di kedua sisi juga menjadi ciri khas berbeda dibandingkan Galaxy S7 yang hanya memiliki layar lengkung satu sisi.
Kronologi Recall dan Dampak Kerugian
Setelah peluncuran resmi, laporan baterai terbakar mulai muncul dan Samsung segera melakukan recall dengan menarik 2,5 juta unit Note 7 yang menggunakan baterai dari Samsung SDI pada September 2016. Namun, kasus ledakan tidak berhenti sehingga penarikan total dan penghentian produksi menjadi langkah akhir untuk menghindari risiko keselamatan yang lebih besar.
Recall ini menelan biaya sekitar Rp13 triliun dan dilaporkan menyebabkan kerusakan materiil, seperti insiden ledakan di sebuah hotel di Australia yang merugikan hingga Rp18 juta. Selain kerugian finansial, insiden ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan penggunaan Galaxy Note 7 di kalangan konsumen.
Proses Recall dan Penanganan Samsung
Samsung melakukan recall secara bertahap dan mengganti unit bermasalah dengan baterai batch kedua. Namun, cacat manufaktur pada baterai batch kedua tetap menyebabkan risiko ledakan. Akhirnya, Samsung mengumumkan penghentian produksi permanen Galaxy Note 7 pada Oktober 2016 untuk memastikan keselamatan pengguna.
Proses recall ini dilakukan melalui pengumuman publik dan kerja sama dengan berbagai otoritas keselamatan di berbagai negara untuk menarik produk dari pasar dan mengganti unit yang bermasalah.
Apakah Galaxy Note 7 Aman Digunakan?
Berdasarkan kejadian dan penyelidikan, Galaxy Note 7 dinyatakan tidak aman untuk digunakan karena risiko baterai yang mudah terbakar dan meledak. Samsung sendiri telah menghentikan penjualan dan produksi untuk mencegah bahaya lebih lanjut.
Selain itu, meski fast charging sering dikaitkan dengan risiko baterai meledak, kasus Galaxy Note 7 lebih disebabkan oleh desain dan cacat manufaktur baterai, bukan teknologi pengisian cepat itu sendiri.
Kasus Ledakan di Berbagai Negara
Kasus ledakan baterai Galaxy Note 7 terjadi di berbagai negara, termasuk Australia, di mana satu insiden menyebabkan kerusakan properti di sebuah hotel. Kerusakan ini mencapai kerugian hingga Rp18 juta dan menjadi salah satu contoh dampak nyata dari masalah baterai pada perangkat ini.
Samsung terus memantau laporan insiden dan melakukan langkah pencegahan yang ketat setelah penarikan produk dari pasar.
"Kami memutuskan untuk menghentikan produksi Galaxy Note 7 demi keselamatan konsumen dan untuk menjaga kepercayaan terhadap merek Samsung," ujar perwakilan Samsung dalam pengumuman resmi mereka.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow