Spekulasi Penutupan Tambang Litium CATL Picu Fluktuasi Harga di Pasar China

Smallest Font
Largest Font

Setahun setelah penutupan tambang litium utama milik Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL), spekulasi mengenai nasib tambang tersebut memicu fluktuasi harga litium yang tajam di pasar China, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Harga litium turun hampir 30% sejak Mei akibat rumor beroperasi kembali tambang yang menyumbang 4% pasokan global. Namun, permintaan litium justru meningkat pesat karena kebutuhan baterai untuk pusat data kecerdasan buatan.

Chris Berry, pendiri House Mountain Partners, mengatakan, "Pasar litium tidak sejalan dengan kondisi yang sebenarnya terjadi. Permintaan litium saat ini bisa dibilang lebih kuat dibandingkan siklus-siklus sebelumnya." Ia menambahkan, "Pasokan baru masih sulit dan membutuhkan modal besar untuk direalisasikan."

Kontrak berjangka litium karbonat mulai diperdagangkan di Guangzhou Futures Exchange (GFEX) sejak 2023 untuk meningkatkan transparansi harga dan lindung nilai risiko. Volume perdagangan GFEX mencapai rekor tertinggi namun pihak bursa harus membatasi posisi baru dan menaikkan biaya untuk meredam volatilitas harga.

Anna Chadwick dari Freight Investor Services menyatakan, "Spekulasi yang terus berlanjut mengenai waktu dan cakupan dimulainya kembali aktivitas penambangan telah memicu hari-hari perdagangan dengan volatilitas tinggi di GFEX, dan dampaknya merembet ke CME." Ia menambahkan, "Dampak nyata berita tersebut terhadap pasar seharusnya tidak terlalu dramatis, karena sebagian besar dampaknya sudah tercermin dalam harga saat ini."

Litium menghadapi tantangan setelah lonjakan harga mereda pada 2022 dan pasokan membanjir, sementara adopsi kendaraan listrik tidak sesuai ekspektasi. Albemarle Corp menyatakan permintaan sistem penyimpanan energi dan kendaraan listrik sangat tinggi.

Produsen China BYD Co juga mengalami kesulitan memenuhi permintaan baterai "blade" generasi kedua meski kapasitas produksi bertambah. Pasokan tetap terbatas dengan persediaan industri rendah, meski produksi Australia meningkat.

Kondisi pasar akan semakin ketat setelah Zimbabwe melarang ekspor konsentrat litium mulai 1 Januari. Cameron Hughes dari CRU Group menyebut, "Sebagian besar pasokan konsentrat global bisa tertahan di Zimbabwe."

YJ Lee, manajer investasi di Arcane Green Metal Fund, mengatakan, "CATL kemungkinan besar akan tetap menjadi produsen baterai terbesar di masa mendatang, dan kondisi pasar seperti ini mau tak mau akan memberikan kekuatan pasar kepada pemain terbesarnya." Ia menambahkan, "Seiring berkembangnya pasar litium dan semakin matangnya pasar berjangka GFEX dengan masuknya lebih banyak pelaku institusional global, fungsi penentuan harga pasar seharusnya akan membaik."

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed