TSMC Naikkan Harga Produksi Chip 10 Persen Mulai 2027

Smallest Font
Largest Font

TSMC mengumumkan kenaikan harga produksi chip sebesar 10 persen yang berlaku mulai awal tahun 2027 sebagai dampak dari ekspansi pabrik global dan lonjakan biaya operasional, dilansir dari Suara. Kenaikan harga ini tidak hanya berlaku untuk chip mutakhir seperti AI dan smartphone flagship, tetapi juga untuk chip yang sudah mapan yang digunakan pada perangkat elektronik sehari-hari. Langkah ini disebabkan oleh biaya operasional yang lebih tinggi di pabrik-pabrik TSMC di Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman dibandingkan di Taiwan.

Seorang analis industri semikonduktor menyatakan, "Kenaikan harga ini mencerminkan realitas pahit dari deglobalisasi industri chip. Saat TSMC membangun pabrik di luar negeri untuk keamanan rantai pasok, konsumenlah yang akhirnya harus membayar premi tersebut," ujar analis tersebut, dilansir dari Suara.

Menurutnya, kenaikan 10 persen di tingkat pabrikan bisa menyebabkan harga produk seperti smartphone dan laptop meningkat secara signifikan di pasar konsumen. Beberapa perusahaan teknologi besar, seperti Apple dan Intel, mulai menyiapkan strategi untuk menghadapi kenaikan biaya ini.

Apple dikabarkan mulai bernegosiasi dengan Intel dan Samsung untuk mendiversifikasi produksi chip mereka. Di sisi lain, Intel berupaya memproduksi hingga 80 hingga 90 persen komponen CPU Nova Lake secara internal menggunakan node 18A mereka sendiri.

Perwakilan industri menyatakan, "Strategi TSMC memaksa kami untuk berinovasi lebih cepat pada infrastruktur manufaktur internal. Kemandirian node 18A bukan lagi sekadar opsi, melainkan keharusan strategis untuk menjaga margin keuntungan dan kendali pasokan," ujar perwakilan tersebut. Dampak kenaikan harga ini diperkirakan mulai terasa pada perangkat konsumen beberapa bulan setelah awal 2027, termasuk pada chipset seperti Tensor G11 dari Google dan seri A-series milik iPhone. Selain smartphone, perangkat lain seperti tablet, laptop, dan smartwatch yang menggunakan chip pada node 12nm hingga 28nm juga akan terdampak kenaikan biaya produksi.

Qualcomm, perancang chip Snapdragon, dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk kembali menggandeng Samsung Foundry sebagai alternatif produksi guna menekan biaya, menurut laporan Suara.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed