Wasit Somalia Omar Artan Pimpin Piala Super UEFA di Salzburg
Wasit asal Somalia, Omar Artan, dipercaya memimpin pertandingan Piala Super UEFA antara Paris Saint-Germain dan Aston Villa di Salzburg, Austria, pada Kamis dini hari, 13 Agustus 2026, setelah melewati masa sulit akibat penolakan masuk ke Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026, dilansir dari Bola.
Artan, 34 tahun, adalah salah satu dari 52 wasit yang ditunjuk FIFA untuk Piala Dunia 2026, namun ia ditolak masuk saat tiba di Bandara Internasional Miami pada 6 Juni karena tuduhan keterkaitan dengan organisasi teroris oleh pemerintahan Donald Trump. Ia kemudian dipulangkan ke Istanbul dan kembali ke Somalia. FIFA tetap membayarkan penuh honor yang seharusnya diterima selama Piala Dunia 2026.
UEFA menyebut Artan sebagai salah satu wasit terbaik dunia dan menegaskan bahwa dia menjadi wasit non-Eropa pertama yang memimpin laga Piala Super UEFA. Artan menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diterimanya sepanjang masa sulit tersebut.
"Itu adalah periode yang sangat berat. Banyak orang bersimpati kepada saya karena ketika seseorang telah bekerja bertahun-tahun dan seharusnya melakukan sesuatu, kemudian tidak bisa melakukannya, itu sangat menantang. Namun, saya sangat menghargai dukungan yang saya terima dari seluruh dunia. Saya sangat bersyukur," ujar Artan.
Artan juga bangga atas pencapaiannya setelah melalui perjalanan hidup yang sulit dan mendapat dukungan komunitas Somalia di Eropa dan Austria.
"Saya beruntung, tetapi saya telah bekerja sangat keras untuk berada di sini dan saya benar-benar bangga. Seperti yang bisa Anda bayangkan, saya tumbuh dalam situasi yang sulit, tetapi hal itu tidak menghalangi saya untuk mengejar impian," ungkapnya.
"Ketika kami mendapat kabar ini, bagi saya dan keluarga, itu benar-benar momen yang sangat, sangat membahagiakan. Ada komunitas Somalia yang besar di Eropa dan Austria, dan mereka sangat gembira melihat saya memimpin pertandingan seperti ini," tutur Artan.
Setelah penolakan masuk ke AS, Artan mengatakan kepada The New York Times bahwa ia memiliki dokumen dan visa yang sesuai serta akreditasi FIFA. Seorang pejabat senior AS menyebut penolakan tersebut sebagai langkah untuk mencegah ancaman keamanan.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengakui tantangan yang dihadapi organisasi tersebut dan menyesalkan kejadian yang menimpa Artan, namun menegaskan bahwa FIFA tidak bisa mengendalikan semua situasi.
"Benar, kami menghadapi tantangan yang sebenarnya tidak ingin kami hadapi. Kami harus menghadapinya. Terkadang kami bisa menyelesaikannya dan terkadang tidak," kata Infantino.
"Sayang sekali apa yang terjadi kepada Omar, wasit dari Somalia. Tetapi, sekali lagi, kami tidak mengendalikan semuanya," ujar Infantino.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow