Aceh Selatan Percepat Pemanfaatan Dana Infrastruktur Hadapi Musim Hujan
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mempercepat pemanfaatan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp51,6 miliar untuk membenahi infrastruktur dasar sebelum musim hujan. Realisasi anggaran infrastruktur ditargetkan melampaui 50 persen pada Agustus agar manfaat pembangunan cepat dirasakan masyarakat, dilansir dari Detikcom.
Dari total tambahan TKD, Rp26,1 miliar dialokasikan untuk sektor infrastruktur dengan realisasi saat ini mencapai Rp9,9 miliar atau 37,9 persen. Anggaran tersebut digunakan untuk pekerjaan prioritas seperti normalisasi Krueng Trumon, pembangunan jembatan di Seuneubok Puntho, dan pembangunan jaringan irigasi di Desa Padang Harapan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Aceh Selatan, Skar Fharaby, menegaskan pentingnya percepatan penggunaan anggaran.
"Target pada Agustus ini kalau bisa di atas 50 persen agar anggaran segera terserap dan penanganan di lapangan cepat selesai. Waktu sudah mendekati musim hujan sehingga seluruh pekerjaan perlu dipercepat," ujar Skar.
Normalisasi Krueng Trumon menjadi pekerjaan mendesak karena berperan penting mengalirkan air ke persawahan, mengurangi risiko luapan, dan melindungi pertanian warga.
Upaya pengendalian banjir juga dilakukan dengan pembangunan drainase sepanjang 3.800 meter di Desa Padang Harapan untuk mempercepat aliran genangan dan mengurangi ancaman banjir saat curah hujan tinggi.
Warga Desa Padang Harapan, Nur Diayati, berharap drainase ini bisa mengatasi banjir yang sering terjadi di desanya.
"Mudah-mudahan setelah ada drainase, desa kami tidak banjir lagi. Selama ini hampir setiap tahun terjadi banjir. Dengan adanya drainase, kami berharap air dapat langsung mengalir," kata Nur.
Koordinator Lapangan Proyek Drainase Desa Padang Harapan, T. Chairumansyah, menyebut proyek tersebut bernilai sekitar Rp59 miliar dan serupa dengan proyek yang berjalan di lima kabupaten dan kota di Aceh dengan nilai total sekitar Rp285 miliar.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendukung langkah Pemkab Aceh Selatan dengan mengawal progres dan realisasi tambahan TKD. Pemanfaatan dana telah mencapai Rp24,8 miliar atau 48,04 persen dari pagu Rp51,6 miliar.
Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, berharap percepatan pekerjaan dapat memperkuat perlindungan masyarakat dari banjir susulan.
"Ketika debit air naik, kita berharap alirannya dapat tertampung dan terdistribusi dengan baik sehingga tidak meluap maupun menggenangi jalan," ujar Imran.
Satgas PRR juga mendorong pembangunan jembatan Armco sebagai pendukung normalisasi Krueng Trumon guna memperkuat konektivitas dan mobilitas ekonomi warga.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow