Presiden Prabowo Targetkan Pembangunan Giant Sea Wall Selesai Delapan Tahun
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan megaproyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di sepanjang Pantai Utara Pulau Jawa dapat selesai dalam delapan tahun, sebagaimana disampaikan dalam pidato pengantar RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen Senayan pada Jumat (14/8/2026), dilansir dari Bloombergtechnoz.
Proyek ini dirancang dengan panjang 575 kilometer dan estimasi biaya sekitar US$100 miliar (sekitar Rp1,78 kuadriliun). Pembangunan akan dibagi menjadi 15 segmen dan jika dilaksanakan secara serentak, dapat selesai dalam delapan tahun.
"Kita juga harus membangun Giant Sea Wall, tanggul besar untuk mengamankan pantai utara Pulau Jawa. Ini mutlak harus kita lakukan, jangan kita tunggu bencana datang," ujar Presiden Prabowo Subianto.
Presiden menambahkan, "Mungkin akan butuh 15 hingga 20 tahun untuk kita menyelesaikan pembangunan Giant Sea Wall, tetapi kita harus mulai." Ia menegaskan kembali bahwa "pembangunan ini kita bagi ke 15 segmen, dan jika dilaksanakan serentak bisa delapan tahun selesai."
Giant Sea Wall juga direncanakan menjadi infrastruktur air dan jalur pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir Utara Jawa. Proyek ini dinilai mampu meningkatkan kemampuan teknologi anak bangsa, terutama melalui teknologi yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Sejarah proyek ini telah masuk dalam perencanaan nasional sejak 1995 di bawah Bappenas. Pemerintah mempertegas kelanjutan megaproyek ini melalui Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa pada Februari 2026.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan, "Proyek Giant Sea Wall dapat menjadi model baru dalam pengembangan kawasan perkotaan pesisir," dan menambahkan bahwa sekitar 56% produk domestik bruto (PDB) Indonesia berasal dari Pulau Jawa, dengan 70% dari kawasan Pantai Utara Jawa. Hal ini berarti Pantura Jawa berkontribusi sekitar 39,2% PDB nasional.
Dari sisi mitigasi bencana dan perlindungan ekonomi, pembangunan ini sangat penting.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan, "Kami telah menyelesaikan pembangunan tanggul pengaman pantai utara Jakarta Tahap A sepanjang 12,66 km. Pada 2020, pembangunan dilanjutkan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan panjang tambahan mencapai 33,54 km." Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Tahap B sepanjang 21 km sedang dalam kajian pembiayaan dan studi kelayakan.
Selain Jakarta, pembangunan tanggul laut juga dilakukan di Jawa Tengah terintegrasi dengan pembangunan Tol Semarang—Demak dan Tol Semarang Harbour.
BRIN pada Mei 2026 menyatakan telah menyiapkan lima teknologi unggulan sebagai solusi melindungi Pantura dari banjir rob, meliputi tanggul tegak modular multifungsi, blok modular beton penangkap energi gelombang, dan unit lapis lindung breakwater yang sudah diterapkan di 11 daerah seperti Nusa Penida, Pacitan, Sanur, Tuban, dan Nias.
Pengembangan teknologi lainnya termasuk platform arus laut sebagai pembangkit energi mandiri dan hybrid eco-engineering.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow