Ahli Gizi Bagikan Cara Membuat Setup Apel Roti Tawar untuk MPASI Anak
Susanti Kartika E, ahli gizi, membagikan panduan membuat camilan Setup Apel Roti Tawar yang aman dan bernutrisi untuk anak masa MPASI dalam acara Mama Lime Green Day Fest di Surabaya, Sabtu (8/8/2026).
Resep ini menggunakan apel merah yang dikukus atau direbus untuk mencegah risiko tersedak pada bayi usia 6 bulan serta roti tawar sebagai sumber karbohidrat dan susu sebagai sumber lemak dan protein, dilansir dari Detik Health.
Susanti menekankan pentingnya menghindari pemberian buah mentah pada awal MPASI untuk keamanan pencernaan bayi.
"Apel memang biasa dipakai untuk MPASI. Tapi untuk anak usia 6 bulan, jangan langsung diberi yang mentah. Bisa dikukus atau direbus dulu. Jadi ketika dia pegang dan makan, dia tidak tersedak," ujar Susanti.
Ia juga mengingatkan agar peralatan masak selalu dicuci bersih untuk menghindari kontaminasi silang yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan penyakit pada bayi.
"Alat dan bahannya harus dicuci sampai bersih agar tidak terjadi kontaminasi silang. Bakteri dari kontaminasi silang ini bisa membuat pencernaan atau usus bayinya bermasalah, bikin gampang diare, sembelit, hingga sering batuk pilek," tegas Susanti.
Apel merah dipilih karena memberikan rasa manis alami tanpa pemanis tambahan dan kaya serat yang membantu mencegah sembelit pada bayi MPASI. Alternatif buah lain seperti pir atau buah naga juga bisa digunakan.
Dalam mengolah roti tawar, bagian pinggir yang keras harus dibuang karena berisiko membuat anak tersedak. Tekstur apel yang sudah empuk harus dilumatkan halus untuk bayi usia 6 bulan, kemudian ditingkatkan secara bertahap sesuai usia.
"Roti ini sebagai karbohidrat, susu itu lemak dan proteinnya. Bisa juga dimodifikasi misalnya ditambah mentega atau telur lalu dikukus lagi," tambah Susanti.
Susanti mengingatkan pemberian camilan harus mengikuti jadwal agar tidak mengganggu porsi makan utama bayi.
"Diisi saat snack time, misalnya jam 9 atau 10 pagi, dan snack sore sekitar jam 4 sore. Yang penting tidak mengganti jam makan utama. Sebab, 2 jam sebelum makanan utama perut anak harus kosong," jelasnya.
Stimulasi tekstur makanan sejak dini juga membantu anak belajar mengunyah dengan baik dan mengurangi risiko reflex muntah atau Gerakan Tutup Mulut (GTM) ketika berusia 10 bulan.
"Sebenarnya untuk membuat MPASI tidak perlu bahan yang mahal, yang penting berkualitas dan segar yang sering dikonsumsi di rumah," pungkas Susanti.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow