Apple diminta segera perbarui iOS setelah temuan malware Darksword

Smallest Font
Largest Font

Apple menghadapi perhatian keamanan setelah Lookout, iVerify, dan Google menerbitkan analisis malware Darksword yang menargetkan pemilik iPhone. Temuan itu menyebut serangan dapat menembus pertahanan iOS dan mencuri data sensitif, dengan estimasi 220 juta hingga 270 juta perangkat berisiko karena memakai iOS 18.4 hingga 18.6.2. Dilansir dari Bloombergtechnoz.

Dalam laporan analisis bersama, Darksword disebut memiliki kapabilitas tingkat tinggi untuk masuk ke sistem iOS serta dimanfaatkan untuk pencurian informasi. Dilansir dari Bloombergtechnoz.

Google dan iVerify juga mengungkap ancaman lain yang berjalan beriringan berupa spyware Coruna yang dimanfaatkan untuk mengeksploitasi celah keamanan. Dilansir dari Bloombergtechnoz.

Peneliti utama Lookout Justin Albrecht menilai jalur eksploitasi yang terverifikasi berpotensi berujung pada aktor kriminal yang fokus pada keamanan seluler.

"Sekarang ada jalur eksploitasi terbaru yang terverifikasi, jatuh ke tangan entitas yang berpotensi kriminal dengan fokus keamanan," ujar Justin Albrecht, peneliti utama di Lookout.

Bloombergtechnoz melaporkan, Darksword tidak disebarkan secara acak, melainkan menargetkan wilayah operasional spesifik yang disebut meliputi Arab Saudi, Turki, Malaysia, dan Ukraina.

Untuk Malaysia dan Turki, aktivitas serangan diduga berkaitan dengan vendor pengawasan komersial asal Turki bernama PARS Defense, namun perusahaan tersebut belum memberi respons atau tanggapan resmi. Dilansir dari Bloombergtechnoz.

Riset yang dipaparkan juga menyebut penyebaran ancaman diduga memanfaatkan situs web tertentu sebagai perangkap. Pengguna yang mengunjungi salah satu dari puluhan situs web Ukraina yang berbahaya disebut berisiko terinfeksi.

Menurut analisis iVerify dan Lookout, Darksword mengincar versi iOS tertentu: iPhone yang masih menjalankan iOS 18.4 hingga 18.6.2. Dilansir dari Bloombergtechnoz.

Gabungan data iVerify dan Lookout memperkirakan sekitar 220 juta hingga 270 juta unit iPhone di seluruh dunia masih memakai versi iOS rentan tersebut, sehingga risiko infeksi besar jika pengguna menunda pembaruan.

Apple menyatakan akar masalah berada pada perangkat lunak yang belum diperbarui, dan celah tersebut disebut sudah tertangani pada pembaruan sistem operasi terbaru.

"Memperbarui perangkat lunak tetap jadi yang terpenting yang bisa dilakukan pengguna menjaga keamanan tinggi perangkat Apple," kata juru bicara Apple.

Apple mengarahkan pengguna untuk masuk ke Pengaturan lalu pilih Umum dan Pembaruan Perangkat Lunak guna memasang versi iOS terbaru yang menutup celah yang dieksploitasi, serta menghindari tautan tidak dikenal atau situs mencurigakan. Dilansir dari Bloombergtechnoz.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow