Febrie Adriansyah Akui Kenali Sutrimo yang Ditemukan Meninggal di Jaksel
Febrie Adriansyah melalui tim kuasa hukum mengakui mengenali Sutrimo yang ditemukan meninggal dunia di depan Klinik Kecantikan Mordent, Jakarta Selatan, pada 23 Juli 2026, sekitar 500 meter dari kediaman eks Jampidsus tersebut.
Kuasa hukum Febrie, Firman Wijaya, menyatakan Sutrimo bukan pegawai tetap sebagai kepala rumah tangga, melainkan orang yang dipercaya untuk menjaga dan tinggal di rumah kosong milik Febrie. "Jadi posisi almarhum bukan sebagai karumga seperti yang banyak disampaikan," ujar Firman Wijaya, dikutip dari siaran pers pada Kamis (13/08/2026).
Sutrimo ditemukan tergeletak di depan Klinik Mordent yang sudah tidak beroperasi, dengan mulut dan hidung mengeluarkan busa. Setelah itu, beberapa orang membawanya ke RS Muhammadiyah Taman Puring, namun tim medis menyatakan Sutrimo sudah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.
Kepolisian melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian hingga rumah sakit, namun kasus sempat terhenti setelah keluarga Sutrimo segera menggelar pemakaman. Kasus ini menjadi viral dan mendorong kepolisian serta keluarga Sutrimo untuk melanjutkan pengungkapan kematian penjaga rumah kosong milik Febrie tersebut.
Kepolisian meningkatkan status perkara menjadi penyidikan dengan dugaan pembunuhan atau pembunuhan berencana. Atas persetujuan keluarga, makam Sutrimo di Desa Wlahar, Banyumas, dibongkar dan autopsi ulang dilakukan pada 12 Agustus. Polisi kini memeriksa sampel organ dalam untuk mengetahui kemungkinan zat beracun yang menyebabkan kematian.
Kuasa hukum Febrie lainnya, Febri Diansyah, mengatakan, "Pak FA [Febrie Adriansyah] dan keluarga menghormati penyidikan yang sedang dilakukan Polda. Keluarga berharap dengan proses hukum tersebut fakta mengenai peristiwa ini menjadi lebih terang sehingga tidak terjadi spekulasi atau asumsi yang bukan-bukan."
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow