Gubernur DKI Pramono Anung Rencanakan Modifikasi Cuaca Antisipasi El Nino
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggelar operasi modifikasi cuaca sebagai langkah antisipasi kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino, di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/8/2026), dilansir dari Suara.
Kemarau yang berkepanjangan berisiko menyebabkan kebakaran lahan dan menimbulkan bencana di wilayah ibu kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan pentingnya menjaga kondisi agar potensi kebakaran dapat diminimalisasi.
"Ini kalau tidak dijaga bersama-sama, kemungkinan untuk kebakaran itu tinggi sekali," ujar Pramono di Balai Kota.
Langkah modifikasi cuaca akan dibahas dalam rapat koordinasi khusus antara Pemprov DKI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menentukan kelayakan pelaksanaan.
"Kami besok juga akan rapat secara khusus, mengenai apakah modifikasi cuaca itu bisa dilakukan pada kondisi yang seperti ini. Jangan sampai kemudian kami sudah memodifikasi, tetapi awannya nggak ada," kata Pramono.
Pramono menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca hanya dapat dilakukan jika terdapat awan sebagai syarat utama.
"Bersama BPBD bersama BMKG, kami koordinasikan kapan waktu yang tepat. Kalau memang ada awan, pasti Jakarta akan melakukan modifikasi cuaca," tutur Pramono.
Kewaspadaan ini muncul di tengah peringatan BMKG yang menyatakan El Nino telah masuk kategori kuat dengan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berada di bawah normal.
Kondisi lahan yang semakin kering memperbesar potensi munculnya titik panas atau hotspot penyebab kebakaran, termasuk di kawasan permukiman padat Jakarta.
Dengan rapat koordinasi yang direncanakan, Pemprov DKI berharap operasi modifikasi cuaca dapat dilaksanakan tepat waktu untuk mengurangi risiko kebakaran akibat kemarau panjang tahun ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow