Harga Minyak Turun Saat Kesepakatan Buka Selat Hormuz Belum Tercapai
Harga minyak bertahan di zona penurunan saat para pedagang mengamati upaya kesepakatan membuka kembali Selat Hormuz yang belum tercapai, sementara serangan terhadap kapal tanker dan infrastruktur energi terus menambah tekanan pasar, dilansir dari Bloombergtechnoz. Minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan sekitar US$81 per barel setelah sebelumnya turun 2,4 persen. Minyak mentah Brent ditutup di kisaran US$87 per barel pada Kamis (13/8).
Iran dan Oman belum mencapai kesepakatan membuka jalur air strategis tersebut, meskipun awal pekan optimisme sempat muncul.
Minyak mentah masih diekspor dari Teluk Persia dengan kapal tanker yang mematikan transpondernya, namun risiko serangan tetap ada. Abu Dhabi National Oil Co, perusahaan yang berhasil mengangkut minyak dari kawasan itu, menyatakan dua kapal lain diserang pada Kamis malam, menunjukkan ancaman yang masih ada.
Kelompok Houthi yang didukung Iran di Laut Merah menyasar kilang Jazan milik Saudi Aramco, setelah serangan sebelumnya menunda pengoperasian kembali fasilitas tersebut. Harga minyak berpotensi mengalami kenaikan mingguan dan telah naik lebih dari 40 persen sepanjang 2026.
Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan tekanan pasokan akan semakin meningkat pada kuartal ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow