Prabowo Umumkan Pembangunan PLTS 100 GW di Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt di seluruh Indonesia, dengan target ideal satu megawatt per desa.

Menurut Prabowo, pemerintah akan mempercepat penutupan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dan menggantinya dengan pembangkit listrik tenaga surya. Tahun ini, pembangunan PLTS direncanakan mencapai 30 gigawatt sementara 13 gigawatt PLTD akan dihentikan segera, dilansir dari Detik iNET.

Besaran 100 gigawatt setara dengan 100.000 megawatt atau 100 miliar watt, sedangkan 1 megawatt sama dengan 1.000 kilowatt. Prabowo menyatakan bahwa sinar matahari yang hampir sepanjang tahun menyinari Indonesia menjadi alasan utama pemanfaatan PLTS sebagai sumber energi utama.

"Pemerintah akan mempercepat penutupan pembangkit listrik tenaga diesel dan menggantinya dengan pembangkit listrik tenaga surya. Tahun ini kita akan bangun 30 gigawatt pembangkit listrik tenaga surya dan segera menghentikan 13 gigawatt pembangkit listrik tenaga diesel," ujar Prabowo, Presiden RI.

Prabowo menegaskan ketergantungan pulau-pulau terpencil pada kapal pengangkut bahan bakar minyak atau solar untuk pasokan listrik tidak lagi masuk akal jika sumber energi surya dapat dimanfaatkan.

"Dengan PLTS kita juga bisa membangun kemandirian energi kita," tambahnya. Hal ini menjadi fokus pemerintah untuk mengurangi impor bahan bakar dan menekan biaya produksi listrik.

Idealnya, setiap desa di Indonesia dapat memiliki PLTS dengan kapasitas 1 megawatt. Prabowo menjanjikan bantuan pemerintah bagi desa yang bersedia menyediakan lahan untuk pembangunan fasilitas tersebut.

"Kalau desa itu mau siapkan lahan, kita bisa yakinkan mereka bisa dapat PLTS 1 megawatt," ujar Prabowo.

Selain itu, Menko Perekonomian telah memperkirakan potensi penghematan negara dari pembangunan PLTS 100 gigawatt bisa mencapai Rp 73,9 triliun per tahun dari penurunan biaya pokok produksi listrik, dilansir dari Detik iNET.

"Belum lagi kalau kita tidak impor BBM dari luar negeri lagi, dengan 100 gigawatt kebutuhan impor kita akan jauh berkurang dan kita bisa menghemat sangat banyak," tutup Prabowo.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed