Hidayat Nur Wahid Sambut Pakta Pertahanan Mekah Tingkatkan Kerja Sama OKI

Smallest Font
Largest Font

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyambut positif Pakta Pertahanan Mekah yang ditandatangani oleh Arab Saudi, Pakistan, dan Turki di Kota Mekah.

Ia berharap pakta ini menjadi momentum memperkuat kerja sama negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tidak hanya di bidang pertahanan tetapi juga ekonomi dan pendidikan, dilansir dari Detikcom.

Pakta ini saat ini melibatkan tiga negara dengan pengaruh besar di Timur Tengah dan OKI, yaitu Arab Saudi, Pakistan, dan Turki. Ketiganya saling menguatkan dalam politik, teknologi, militer, dan ekonomi.

Hidayat Nur Wahid melihat potensi memperluas kerja sama ini ke negara OKI lain serta mengembangkan cakupan kerja sama ke bidang ekonomi dan pendidikan.

Beberapa negara OKI seperti Qatar, Oman, Kuwait, Somalia, dan Bahrain juga menyambut baik kerja sama pertahanan ini. Menteri Luar Negeri Turki menegaskan pakta ini untuk pertahanan bersama dari ancaman pihak lain, bukan untuk menganggap Iran sebagai ancaman.

"Semangat kebersamaan ini, apalagi semuanya adalah negara anggota OKI, harus terus dijaga oleh semua pihak," ujar Hidayat Nur Wahid.

Ia juga mendorong pemerintah Indonesia aktif dalam mewujudkan perdamaian dan ketertiban dunia melalui pakta ini, meskipun Indonesia menganut politik luar negeri Bebas dan Aktif.

"Kita memang menganut politik luar negeri Bebas dan Aktif. Namun, yang perlu disoroti bukan hanya bebas, tetapi bagaimana kita bisa aktif terlibat dalam mewujudkan perdamaian dan ketertiban dunia, salah satu, di antaranya melalui Pakta Pertahanan Mekah itu," ujar Hidayat Nur Wahid.

Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar sekaligus pendiri OKI, menurut Hidayat Nur Wahid, bisa mendorong penguatan kerja sama di bidang lain seperti ekonomi dan pendidikan.

Ia mencontohkan konsep seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN yang dikembangkan Indonesia bersama negara-negara ASEAN.

"Kerja sama semacam ini bisa diinisiasi secara lebih serius, misalnya dengan konsep mirip Masyarakat Ekonomi ASEAN, yang telah berhasil dikembangkan Indonesia bersama negara-negara ASEAN lainnya," kata Hidayat Nur Wahid.

Hidayat Nur Wahid menilai eratnya kerja sama dalam Pakta Pertahanan Mekah dapat memperkuat persatuan negara OKI dan mengembangkan kerja sama di berbagai bidang lainnya.

"Jadi, Pakta Pertahanan Mekah yang sangat erat tersebut, bahkan dibuat seperti model NATO, seharusnya bisa menjadi momentum bersama untuk menjalin persatuan yang lebih erat, dan mengembangkan kerja sama lainnya, seperti kerja sama ekonomi dan pendidikan, sehingga tidak hanya mewujudkan keamanan dan pertahanan, melainkan juga bisa memajukan peradaban dan menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat-rakyatnya," pungkasnya.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow