IHSG Menguat 1,59 Persen Didukung Sentimen Positif dari Pidato Presiden Prabowo

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat 1,59% di posisi 6.401,88 pada Jumat (14/8/2026), didukung oleh sentimen positif dari pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR dan DPD, serta penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Gedung Parlemen Jakarta.

Sepanjang perdagangan hari itu, IHSG bergerak di zona hijau antara level 6.267,4 hingga puncak 6.401,88 dengan total transaksi mencapai Rp12,44 triliun dari 32,45 miliar saham yang diperdagangkan dalam 2,74 juta frekuensi transaksi, menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI).

Rupiah menguat 0,25% terhadap dolar AS di posisi Rp17.825 per dolar pada penutupan perdagangan hari itu.

Sektor saham kesehatan, properti, dan energi menjadi pendorong utama kenaikan IHSG dengan penguatan masing-masing 3,09%, 2,99%, dan 2,65%.

Bursa saham Asia lainnya juga mencatatkan penguatan, termasuk KOSPI Korea dan NIKKEI 225 Jepang, yang selaras dengan tren positif IHSG.

Presiden Prabowo dalam pidatonya menyampaikan pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,45% hingga semester pertama 2026, tertinggi dalam 13 tahun terakhir, dan optimistis pertumbuhan dapat mencapai 6% pada tahun ini.

"Saya bertekad untuk teruskan MBG dengan perbaikan dan efisiensi," ujar Presiden Prabowo terkait kelanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendapat respon positif pasar.

Selain itu, realisasi investasi semester I-2026 mencapai Rp1.010 triliun dengan penciptaan 1,4 juta lapangan kerja baru, menurut pemaparan Presiden.

Pemerintah juga mencatat percepatan swasembada delapan komoditas pangan dan energi, serta penurunan harga pupuk sebesar 20% setelah penyederhanaan aturan penyaluran pupuk menjadi satu Peraturan Presiden, yang berdampak pada kenaikan laba PT Pupuk Indonesia sebesar 252,8% di semester pertama 2026.

Berdasarkan catatan Phintraco Sekuritas, laba BUMN meningkat hampir dua kali lipat menjadi Rp326 triliun sepanjang 2025 dengan restrukturisasi efisiensi. PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mencatat pengelolaan devisa ekspor sebesar US$14 miliar dan pengelolaan emas senilai Rp360 triliun melalui Bullion bank BRIS dan Pegadaian.

Dalam penyampaian RUU APBN 2027, Pemerintah menargetkan belanja negara Rp4.097 triliun dengan defisit APBN sebesar 2,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), lebih rendah dibanding target defisit 2026 yang mencapai 2,68%.

"Defisit 2,4% terhadap PDB atau Rp671,2 triliun. Ini akan kita usahakan untuk kita tekan lebih kecil lagi. Kita memahami bahwa defisit yang ideal adalah sekecil-kecilnya bahkan cita-cita kita adalah anggaran yang berimbang," ujar Presiden Prabowo.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed