Kevin Keegan Wafat pada Usia 75 Tahun Setelah Melawan Kanker
Kevin Keegan, legenda sepak bola Inggris dan peraih dua Ballon d'Or, meninggal dunia pada usia 75 tahun, Senin (20/7/2026), setelah berjuang melawan kanker stadium empat yang diumumkan pada Juni 2026, dilansir dari Bola.
Keegan dikenal dengan julukan "King Kevin" dan meninggalkan warisan besar dari kariernya di Liverpool, Hamburg, dan timnas Inggris.
Keluarga Keegan menyatakan bahwa ia meninggal dikelilingi oleh istri dan putri-putrinya. "Dengan kesedihan yang mendalam kami mengumumkan bahwa Kevin Keegan telah meninggal dunia pada usia 75 tahun," kata keluarga.
Karier Keegan dimulai di Scunthorpe sebelum diboyong ke Liverpool pada 1971 oleh Bill Shankly dengan biaya 33.000 poundsterling. Bersama Liverpool, ia memenangkan tiga gelar Liga Inggris, satu Piala FA, dua Piala UEFA, dan Piala Champions 1977.
Keegan kemudian pindah ke Hamburg SV dan meraih Ballon d'Or sebanyak dua kali, menjadi satu-satunya pemain Inggris yang mencapai prestasi tersebut.
Kembali ke Inggris, ia memperkuat Southampton dan Newcastle serta mencatat 63 penampilan dan 21 gol untuk timnas Inggris, termasuk tampil di Piala Dunia 1982 dan sempat menjadi kapten tim.
Keegan pensiun sebagai pemain pada 1984 dan memilih pensiun di puncak karier. "Saya berada di level tertinggi dan satu-satunya jalan adalah menurun. Saya menyebutnya gunung kaca – Anda tidak bisa mendaki gunung kaca," ujar Keegan kepada The Guardian pada 2011.
Memasuki karier manajerial, Keegan membawa Newcastle United promosi ke Premier League pada 1992 dan nyaris juara liga musim 1995/1996. Kenangan ikonik termasuk komentar emosionalnya "I will love it" dalam persaingan dengan manajer Manchester United, Alex Ferguson.
Keegan juga sempat menjadi pelatih timnas Inggris pada 1999, namun masa jabatannya hanya 20 bulan dengan tujuh kemenangan dari 18 pertandingan, menjadikannya manajer dengan rasio kemenangan terburuk.
Ia kembali ke Newcastle pada 2008, namun hanya bertahan delapan bulan akibat ketegangan dengan manajemen klub. Pada 2009, Keegan menerima kompensasi sebesar 2 juta poundsterling atas pemecatan sepihak.
Keegan dikenal berapi-api dan blak-blakan. "Saya tidak suka orang menipu saya dan berbohong kepada saya," katanya kepada The Guardian pada 2018. Pada 2023, ia memicu kontroversi dengan mempertanyakan kelayakan mantan pemain internasional putri Inggris menjadi komentator pertandingan pria.
Keegan dianugerahi OBE pada 1982 dan memiliki karier di luar lapangan sebagai penulis kolom dan pelopor sepatu bola bermerek sendiri. Ia juga dikenal di budaya populer dengan lagu "Head Over Heels in Love" dan penampilan di acara BBC Superstars.
Keegan adalah sahabat dekat George Best dan mengagumi kemampuan Best sebagai pemain terbaik yang pernah dilawannya.
Setelah pensiun, Keegan memilih hidup tenang di Spanyol dan memastikan putri-putrinya tumbuh tanpa mengetahui statusnya sebagai pesepak bola terkenal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow